Platform Manpatu Resmi Terpasang, Produksi Migas Mahakam Naik

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:02:25 WIB
PHM Catat Kemajuan Strategis (FOTO: NET)

BALIKPAPAN - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menuntaskan pendirian jacket serta topside platform offshore Manpatu yang menjadi tonggak sejarah baru dalam usaha menjaga kesinambungan produksi migas di Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur.

Seperti yang telah dimengerti, Proyek Manpatu ialah bentuk eksploitasi dari hasil penemuan sumur eksplorasi di area lepas pantai South Mahakam, berjarak kurang lebih 35 kilometer dari tepi pantai Balikpapan.

Proses pengerjaannya sendiri sudah berjalan sejak permulaan April 2026, diawali dengan pemberangkatan jacket pada 8 April, diikuti pemuatan dan pemberangkatan topside dari lokasi pembuatan milik PT Meindo Elang Indah di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pada 17 April, sampai pemberangkatan topside akhir pada 30 April 2026.

Fase krusial dari semua tahapan tersebut ialah kegiatan pengangkatan beban berat atau penempatan topside berbobot kiranya 1.000 ton ke atas dudukan jacket dengan sangat akurat di wilayah perairan lepas pantai.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi menyatakan proyek ini bukan sekadar prestasi teknis, melainkan cerminan komitmen jangka panjang perusahaan dalam menjaga kedaulatan energi nasional. "Di PHM, kami berinvestasi dalam kegiatan eksplorasi untuk menemukan sumber daya baru, menambah cadangan, dan menjaga keberlanjutan produksi minyak bumi dan gas alam dari wilayah Kalimantan untuk puluhan tahun mendatang," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (2/6/2026).

Setyo Sapto Edi menambahkan, proyek ini mendapat dukungan penuh dari PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) selaku induk perusahaan, serta Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). "Keberhasilan pemasangan jacket dan topside platform offshore Manpatu merupakan hasil kerja keras, sinergi, dan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menjalankan proyek secara selamat, andal, dan sesuai target," tuturnya.

Di samping itu, PHM pun menjamin bahwa tiap tingkatan proyek diselesaikan lewat pemantauan yang disiplin serta tata kelola risiko yang sistematis.

Imbasnya, semua pengerjaan berhasil diselesaikan dengan tetap mengutamakan faktor keamanan kerja.

Saat nanti berfungsi secara total, menurut Setyo, platform Offshore Manpatu diestimasi dapat memberikan kontribusi ekstra bagi produksi gas hingga mencapai 80 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) atau berkisar 20% dari keseluruhan hasil produksi Mahakam pada tahun 2027.

Setyo Sapto Edi menuturkan PHM akan segera melanjutkan tahapan pemasangan riser dan subsea spool, hook-up, hingga commissioning, dengan target platform beroperasi optimal pada kuartal pertama 2027.

Terkini