BPH Migas Garansi Pasokan BBM Aman Selama Libur Iduladha 2026

Selasa, 02 Juni 2026 | 17:52:10 WIB
Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho (FOTO: NET)

JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memberikan jaminan terhadap ketersediaan dan proses distribusi bahan bakar minyak (BBM) saat arus balik libur panjang Iduladha 2026.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas memantau langsung keadaan pasokan dan kelancaran BBM di SPBU Rest Area Km 19A Bekasi serta Rest Area Km 62B Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada Minggu (31/5/2026).

Wahyudi menganggap agenda pengawasan ini krusial berhubung tingginya kepadatan kendaraan yang menuju ke arah Jakarta dan wilayah sekitarnya pada hari Senin.

"Monitoring kami lakukan di ruas Tol Cikampek menuju Jakarta karena saat ini banyak masyarakat yang kembali dari luar kota setelah memanfaatkan libur panjang. Kami memastikan layanan BBM, baik stok maupun penyalurannya kepada masyarakat, berjalan aman dan lancar," ujarnya.

Wahyudi menjelaskan bahwa waktu libur nasional senantiasa diikuti oleh kenaikan pemakaian BBM, terutama pada rute-rute utama yang dilewati arus mudik maupun balik.

BPH Migas bersama badan usaha penugasan terus berkoordinasi melakukan pengawasan ketat agar pasokan energi tetap aman.

"Masyarakat sangat membutuhkan BBM pada momentum libur nasional seperti saat ini. Karena itu, kami memastikan distribusi berjalan baik sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa kendala," tegasnya.

Selain memastikan pasokan aman, Wahyudi juga mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa menggunakan BBM secara bijak.

Penggunaan pola konsumsi yang wajar dinilai mampu mendukung kelancaran proses distribusi sekaligus menjamin seluruh konsumen mendapat pelayanan terbaik.

"Beberapa kondisi yang kami lihat, masyarakat menggunakan BBM dengan bijak dan wajar. Kalau kebutuhannya 15 liter, 20 liter, atau 25 liter, (jumlah) itu yang dibeli. Tidak perlu mengisi BBM secara berlebihan," sebutnya.

Lewat obrolan dengan beberapa pengendara mobil yang melintas bersama keluarga, Wahyudi menyampaikan bahwa rata-rata konsumsi BBM berkisar di angka 20-44 liter per hari, yang mana jumlah itu masih dinilai wajar dan sebanding.

"Mari bersama-sama memastikan stok BBM subsidi dan kompensasi tetap tersedia, sehingga masyarakat dapat terlayani dengan lancar sesuai kebutuhannya. Dengan demikian, upaya terbaik dalam penyediaan dan distribusi BBM dapat terus terjaga dan aktivitas masyarakat berjalan normal," jelasnya.

Di waktu yang sama, seorang pengemudi truk logistik pengangkut daging beku bernama Anun mengaku sangat terbantu dengan keberadaan solar subsidi untuk mendukung operasional pengiriman daging di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, dengan volume pengisian berkisar 50 liter per hari.

Hendra, seorang pengemudi travel rute Jakarta-Yogyakarta, turut menyampaikan bahwa dirinya tidak mendapatkan kendala untuk memperoleh BBM subsidi di SPBU sepanjang rute perjalanan.

"Butuh solar kurang lebih Rp400 ribu sampai ke Yogya dan beli BBM subsidi sesuai kebutuhan. Terima kasih BBM subsidi selalu tersedia," ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut, Anggota Komite BPH Migas Harya Adityawarman menekankan bahwa BBM subsidi dibiayai oleh dana anggaran negara, sehingga penyalurannya harus tepat sasaran.

Pria yang populer disapa Didit ini juga mengingatkan masyarakat luas agar tidak menyalahgunakan bantuan subsidi yang diberikan pemerintah.

"Pada BBM solar ada subsidi. Ada uang negara di dalamnya, harus digunakan untuk konsumen pengguna yang berhak," terangnya.

Didit juga menyoroti pentingnya menjaga QR code sebagai instrumen untuk mengendalikan penyaluran BBM subsidi.

Penggunaan QR code harus dilakukan secara bertanggung jawab dan dilarang keras untuk dipindahtangankan kepada orang lain.

Agenda peninjauan ini turut diikuti oleh Sales Area Manager Retail Karawang Pertamina Patra Niaga Ancala Egah beserta Sales Branch Manager Karawang II Fuel Pertamina Patra Niaga Heidy Septiana Nugroho.

Terkini