BMKG Beberkan Penyebab Cuaca Panas di Indonesia Akhir-akhir Ini

BMKG Beberkan Penyebab Cuaca Panas di Indonesia Akhir-akhir Ini
ilustrasi cuaca panas

JAKARTA – Otoritas meteorologi melalui BMKG beberkan penyebab cuaca panas di Indonesia akhir-akhir ini yang dipicu oleh posisi semu matahari dan minimnya tutupan awan.

Peningkatan suhu udara yang dirasakan masyarakat di berbagai kota besar belakangan ini menciptakan rasa tidak nyaman saat beraktivitas di luar ruangan.

Fenomena ini merupakan siklus tahunan yang kerap muncul ketika wilayah nusantara mulai memasuki fase pergantian musim.

"Kondisi suhu panas ini dipicu oleh posisi semu matahari yang berada di dekat khatulistiwa serta minimnya pertumbuhan awan hujan," ujar Guswanto, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, sebagaimana dilangsir dari berbagai sumber, Rabu (29/4/2026).

Guswanto berpendapat, bahwa masyarakat tidak perlu panik secara berlebihan karena peningkatan suhu ini masih berada dalam batas normal klimatologis wilayah tropis.

Paparan sinar matahari yang langsung menyentuh permukaan bumi tanpa penghalang awan membuat radiasi termal terasa lebih menyengat.

Kondisi kelembapan udara yang tinggi juga berperan besar dalam menciptakan sensasi gerah yang luar biasa bagi tubuh manusia.

Wilayah Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara menjadi titik yang paling terdampak oleh cuaca terik ini dalam beberapa hari terakhir.

Penggunaan pelindung diri seperti payung atau tabir surya sangat disarankan jika harus terpapar sinar matahari dalam durasi lama.

BMKG juga menegaskan bahwa kondisi ini tidak berkaitan langsung dengan gelombang panas yang melanda daratan Asia lainnya.

Pemantauan suhu harian menunjukkan angka maksimal masih berkisar antara 34 hingga 36 derajat Celsius di beberapa stasiun pengamatan.

Pasokan cairan tubuh yang cukup menjadi kunci utama untuk menghindari risiko dehidrasi selama cuaca panas ini berlangsung.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index