Usai Video Viral, Pemkot Banda Aceh Tutup Daycare Baby Preneur

Usai Video Viral, Pemkot Banda Aceh Tutup Daycare Baby Preneur
ilustrasi banda aceh

BANDA ACEH – Merespons rekaman dugaan kekerasan yang beredar luas, Pemkot Banda Aceh tutup Daycare Baby Preneur untuk memastikan keamanan dan perlindungan anak di wilayahnya.

Pihak berwenang bergerak cepat melakukan penyegelan lokasi setelah melakukan verifikasi lapangan terhadap kebenaran konten video tersebut.

Keputusan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral pemerintah dalam menjaga hak-hak dasar anak di lingkungan pengasuhan.

"Kami mengambil langkah tegas dengan menutup sementara daycare tersebut hingga proses investigasi selesai dilakukan oleh pihak kepolisian," ujar Pj Wali Kota Banda Aceh, sebagaimana dilangsir dari berbagai sumber, Rabu (29/4/2026).

Pj Wali Kota berpendapat, bahwa sistem pengawasan terhadap lembaga pendidikan anak usia dini akan diperketat guna mencegah terjadinya tindakan malapraktik pengasuhan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat mengungkapkan bahwa tempat penitipan anak itu ternyata beroperasi tanpa mengantongi izin legal dari dinas terkait.

Petugas telah memasang garis pembatas di depan gedung yang terletak di kawasan pusat kota tersebut sejak pagi tadi.

Pihak pengelola saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif untuk mempertanggungjawabkan perbuatan tenaga pengasuhnya yang terekam kamera.

Keluarga korban mendapatkan pendampingan psikologis dari lembaga perlindungan perempuan dan anak guna memulihkan trauma yang dialami balita.

Masyarakat diminta untuk lebih selektif dalam memilih tempat penitipan anak dengan memeriksa kelengkapan dokumen perizinan terlebih dahulu.

Pemerintah juga mendorong warga agar berani melaporkan segala bentuk kejanggalan yang terjadi di lingkungan sekolah maupun tempat bermain anak.

Penutupan operasional ini berlaku efektif sejak surat keputusan wali kota diterbitkan dan diserahkan kepada pemilik usaha.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index