Prabowo Sedih Harus Copot Pimpinan BGN yang Terlibat Kasus Korupsi

Kamis, 04 Juni 2026 | 10:22:07 WIB
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan isi hatinya usai mencopot tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). (Sumber Foto: idxchannel.com)

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kesedihannya karena harus mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, serta para Wakil Kepala BGN, yakni Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. 

Prabowo mengakui bahwa dirinya sangat menyayangi dan menaruh kepercayaan besar kepada mantan pimpinan BGN tersebut dalam mengemban tugas negara yang berat. Saat ini, ketiganya telah ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) atas dugaan kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Saya juga sebetulnya hari ini, saat ini, sebetulnya saya sedih. Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam keadaan sedih. Karena saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya sebenarnya saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara, yang sangat berat," ujar Prabowo, di hadapan 12.000 penggerak MBG di Sentul, Bogor, Rabu (3/6/2026).

Meskipun merasa berat, Prabowo menyatakan enggan berkomentar lebih jauh mengenai proses hukum yang sedang dihadapi oleh Dadan, Sony, dan Lodewyk. Ia menegaskan tidak akan mencampuri proses hukum yang sedang berjalan.

"Tapi, yang jelas, mengganti mereka itu tidak ringan bagi saya. Tapi, saya ingat kata-kata almarhum ayahanda saya, Profesor Sumitro, pernah mengatakan kepada saya, 'Prabowo, kalau satu saat kau dalam keadaan bingung atau keadaan ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu'," tutur Prabowo.

Prabowo menuturkan bahwa dirinya telah menerima laporan terkait adanya kekurangan, kejanggalan, serta penyelewengan dalam pelaksanaan program MBG oleh pimpinan BGN. Ia pun mengingatkan bahwa pengaruh pimpinan dalam organisasi sangatlah krusial.

"Apalagi pemimpin tidak benar, tidak kompeten, atau tidak jujur," tukas Prabowo.

Saat mendapatkan laporan penyelewengan tersebut, Prabowo langsung memanggil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) M Yusuf Ateh, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana, dan pejabat terkait lainnya.

"Saya tanya, 'tolong saya mendapat laporan tentang BGN. BGN ini suatu program yang sangat-sangat penting bagi bangsa dan negara, menyangkut rakyat kami yang sedang perlu bantuan afirmasi, bantuan berpihak'," tegas Prabowo.

Ia menambahkan bahwa program MBG sangatlah vital untuk masa depan generasi penerus dan kemajuan ekonomi bangsa.

Sebelumnya, Presiden telah memutuskan untuk mengganti pimpinan BGN. Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung digantikan oleh Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai wakilnya. 

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyebutkan keputusan tersebut diambil setelah Prabowo melakukan evaluasi kinerja BGN selama 1,5 tahun terakhir.

Terkini