BPMA Pacu OPL Arun-SLS Demi Dongkrak Produksi Migas dan Pendapatan Aceh

BPMA Pacu OPL Arun-SLS Demi Dongkrak Produksi Migas dan Pendapatan Aceh
Lhokseumawe, Aceh, ruangenergi.com-Sektor hulu migas Aceh (FOTO: NET)

ACEH UTARA - Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) memacu pelaksanaan program Optimasi Pengembangan Lapangan (OPL) Arun dan South Lhok Sukon (SLS) di Wilayah Kerja (WK) B sebagai langkah meningkatkan hasil produksi migas, menaikkan pendapatan daerah, sekaligus merawat keberlanjutan suplai energi nasional.

Wakil Kepala BPMA, Nizar Saputra, menyampaikan pihaknya berkomitmen menjamin seluruh proyek strategis berjalan selaras target supaya sanggup menopang kenaikan produksi migas di Serambi Mekah.

“BPMA mendukung penuh upaya peningkatan produksi migas di Wilayah Kerja B dan memastikan target proyek dapat dicapai sesuai rencana,” kata dari Sumbernya di Banda Aceh, Ahad, 28 Juni 2026.

Kunjungan tersebut dilaksanakan bersama Deputi Perencanaan Muhammad Makmun serta Pengendali Program dan Anggaran Pondra Pradypta.

Rombongan BPMA disambut oleh manajemen Pema Global Energi (PGE) yang dikomandoi General Manager Andika Mahardika bersama tim teknis.

Pemantauan bertujuan memastikan penerapan Production Sharing Contract (PSC) dan penuntasan OPL Arun-SLS berjalan selaras rencana pengembangan yang telah disepakati.

Program ini diharapkan sanggup menekan ketidakefektifan operasi, menaikkan penjualan gas dari WK B, serta menyerahkan sumbangsih lebih masif terhadap pendapatan daerah.

Dalam peninjauan tersebut, BPMA menilai beragam aspek proyek, mulai dari keadaan bawah permukaan (subsurface), kesiapan fasilitas produksi (surface facilities), kemajuan pembangunan, proyeksi hasil produksi, aspek komersial, hingga nilai ekonomi proyek secara menyeluruh.

BPMA juga melihat perkembangan tiga proyek primer dalam OPL Arun-SLS, yaitu pembangunan Gas Engine Generator (GEG), Gas Booster Compressor (GBC), dan Gas Processing Facility (GPF).

Ketiga proyek tersebut diperkirakan menjadi pendorong kenaikan produksi dan lifting migas di Wilayah Kerja B.

Hasil penilaian memperlihatkan kemajuan ketiga proyek berjalan positif.

Sementara itu, BPMA bersama PGE terus melangsungkan pembicaraan untuk merancang langkah-langkah lanjutan dalam menaikkan produksi migas pada masa mendatang.

Menurut dari Sumbernya, monitoring lapangan juga dilaksanakan untuk memetakan beragam tantangan yang berisiko mengganggu pelaksanaan proyek sehingga langkah penanganan dapat disiapkan lebih awal.

Ia menegaskan langkah percepatan proyek tetap wajib menitikberatkan aspek keselamatan kerja, pengelolaan risiko, kualitas pengerjaan, dan tata kelola yang baik.

Di samping itu, peninjauan jadwal memperlihatkan proyek masih berada pada lintasan yang direncanakan dan ditargetkan mulai beroperasi (onstream) pada tahun 2027.

Rampungnya proyek tepat waktu diharapkan sanggup menyumbang faedah optimal bagi negara, Pemerintah Aceh, maupun pihak kontraktor.

BPMA juga memotivasi penguatan sinergi antara operator, regulator, dan seluruh pemangku kepentingan agar eksekusi proyek strategis dapat berjalan selaras target.

Lewat optimasi pengembangan Lapangan Arun dan SLS, peningkatan hasil produksi migas, nilai keekonomian proyek, serta pemasukan negara dan daerah diharapkan dapat terus berkembang secara berkelanjutan sekaligus menyokong ketahanan energi nasional dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index