JAKARTA - Peran koperasi di Indonesia didorong untuk naik kelas.
Tidak lagi sekadar berfokus pada layanan simpan pinjam maupun usaha konvensional, koperasi kini dipersiapkan menjadi pelaku utama dalam pengembangan bisnis energi terbarukan, khususnya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Langkah tersebut ditandai dengan penguatan kerja sama antara Kementerian Koperasi Republik Indonesia dan Yayasan Rumah Energi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman bertajuk Pengembangan Model Bisnis Koperasi Berbasis Energi Terbarukan.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya mendukung target nasional pembangunan 100 Gigawatt (GW) PLTS yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Dalam kebijakan tersebut, koperasi diproyeksikan menjadi salah satu penggerak utama pengembangan energi terbarukan berbasis masyarakat.
Selain penandatanganan kerja sama, kedua pihak juga mendiseminasikan Handbook Praktis Panduan Pengembangan PLTS Berbasis Koperasi Hijau serta menyampaikan rekomendasi kebijakan hasil rangkaian lokakarya Readiness of Indonesia Solar Energy Series (RISE Series): Green Cooperative Workshop Series toward Indonesia's 100 GW Solar PV Target.
Rekomendasi tersebut mencakup penyederhanaan regulasi, pengembangan skema blended finance bagi koperasi berbasis energi terbarukan, peningkatan kapasitas kelembagaan koperasi, hingga penguatan integrasi koperasi dalam agenda dekarbonisasi dan transisi energi nasional.
Direktur Eksekutif Rumah Energi, Sumanda Tondang, mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah penting untuk membawa hasil kajian di lapangan ke tahap implementasi yang lebih luas.
"Sejak 2021, Rumah Energi telah mengembangkan pendekatan Koperasi Hijau melalui berbagai kajian, program pendampingan, serta pengembangan model bisnis energi terbarukan berbasis koperasi. Kerja sama ini menjadi fondasi penting untuk mempercepat implementasi berbagai model tersebut sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai aktor utama dalam mendukung transisi energi Indonesia," ujar Sumanda seperti dikutip, Kamis (25/6/2026).
Dalam pengembangannya, Rumah Energi telah menyusun model bisnis PLTS berbasis koperasi melalui proyek Transisi Energi Berkeadilan di Indonesia melalui Model Energi Terbarukan Berbasis Masyarakat (TERBIT).