Lapangan Karamba Jadi Fondasi Pengembangan Gas Baru di Kaltim

Lapangan Karamba Jadi Fondasi Pengembangan Gas Baru di Kaltim
Lapangan First Gas Karamba (FOTO: NET)

JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak serta Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan bahwa Lapangan Karamba di Wilayah Kerja Wain PC merupakan dasar bagi pengembangan sumber daya gas terbaru di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

"PT Indo Sino Oil and Gas (ISOG) berhasil mengalirkan gas pertama pengembangan sektor hulu migas di Kaltim dari Lapangan Karamba di Wilayah Kerja Wain PSC," ujar dari Sumbernya, Kamis, dalam keterangan pers tertulis di Penajam Paser Utara, Kaltim.

Lapangan Gas Karamba berfungsi sebagai fondasi pengembangan sumber daya gas anyar di Provinsi Kaltim, tambah dari Sumbernya, sekaligus mendukung langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah naiknya kebutuhan energi domestik.

Proyek Karamba juga diperkirakan mampu memberikan dampak ekonomi melalui optimalisasi infrastruktur yang sudah ada, peningkatan penggunaan komponen dalam negeri, serta membuka peluang pengembangan migas baru di wilayah daratan Cekungan Kutai, Provinsi Kaltim.

"Produksi Lapangan Gas Karamba dapat segera mencapai target, dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi gas nasional," kata dari Sumbernya.

Gas yang dihasilkan dari Lapangan Karamba dialirkan untuk memenuhi kebutuhan energi Kilang Unit V Balikpapan melalui kerja sama pemanfaatan infrastruktur dengan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT).

"Kami berhasil memulai produksi gas awal empat juta standar kaki kubik per hari (MMscfd)," jelas dari Sumbernya, seraya menambahkan bahwa targetnya adalah peningkatan hingga mencapai level stabil sebesar 7,35 MMscfd pada kuartal IV 2026.

Lapangan Karamba di Wilayah Kerja Wain PC, Provinsi Kalimantan Timur, ini memiliki cadangan gas sebesar 64,4 miliar kaki kubik (Bscf) berdasarkan kategori proven and probable reserves (2P).

Pengembangan Lapangan Gas Karamba mencakup re-entry sumur KUD-1, pengeboran dua sumur pengembangan baru, pembangunan Central Processing Facility (CPF), pembangunan jaringan pipa gas sepanjang 16,3 kilometer, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya.

Sebelum masuk ke tahap produksi, sumur KUD-1 mencatat hasil uji produksi dengan laju alir mencapai 9,5 MMscfd, menurut dari Sumbernya, capaian tersebut menunjukkan potensi reservoir yang dinilai mampu mendukung keberlanjutan produksi lapangan dalam jangka panjang.

"Proyek Karamba berhasil diselesaikan hanya dalam waktu 25 bulan sejak kontrak Engineering, Procurement, Construction and Installation (EPCI) diberikan pada April 2024," demikian dari Sumbernya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index