Konsistensi Pertamina Jaga Ketahanan Energi Nasional Sepanjang 2025

Konsistensi Pertamina Jaga Ketahanan Energi Nasional Sepanjang 2025
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) (FOTO: NET)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menginformasikan bahwa seluruh operasional perusahaan berjalan stabil selama tahun 2025.

Meskipun terdapat berbagai kendala pada industri energi global, Pertamina mampu mempertahankan total produksi minyak dan gas bumi melebihi 1 juta barel setara minyak per hari (BOEPD) sembari menjaga ketersediaan energi domestik.

Sektor hulu dipahami masih menjadi fondasi bisnis perusahaan berdasarkan laporan kinerja tahun buku 2025 yang disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Keberhasilan Pertamina dalam menjaga produksi migas di atas 1 juta BOEPD menunjukkan konsistensi perusahaan dalam mengamankan suplai energi di tengah situasi sektor energi dunia yang fluktuatif.

Perbaikan juga terlihat pada operasional kilang di sektor pengolahan.

Rasio yield valuable product yang diraih Pertamina mencapai 83,7 persen, sebuah peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Jumlah total bahan baku dan minyak mentah yang diolah kilang selama 2025 mencapai 333 juta barel.

Peningkatan yield valuable product menunjukkan efektivitas kilang dalam memaksimalkan produksi barang bernilai tinggi untuk mencukupi kebutuhan energi nasional sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Pertamina menyuplai sekitar 70 persen kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) nasional di sektor hilir.

Distribusi tersebut menjadi tumpuan utama pasokan energi bagi sektor industri, ekonomi, serta masyarakat di seluruh Indonesia.

Di sisi lain, bisnis gas meraih hasil memuaskan dengan volume transmisi mencapai 587 BSCF, meningkat 4 persen dibanding tahun sebelumnya.

Untuk volume niaga gas, Pertamina membukukan angka 305 juta MMBTU selama 2025.

Performa solid juga tampak pada kinerja logistik energi.

Volume kargo domestik serta internasional yang terangkut mencapai 172 juta kiloliter, yang memperkuat peran krusial armada logistik Pertamina dalam menjamin kelancaran distribusi energi, baik di dalam maupun luar negeri.

Pertamina juga secara konsisten memperluas pengembangan energi terbarukan sembari berupaya menjaga pasokan energi nasional.

Produksi listrik sepanjang 2025 mencapai 8.711 GWh, naik 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyatakan bahwa capaian operasional tersebut menjadi landasan vital dalam menjaga ketahanan energi nasional serta menyokong agenda transisi energi.

"Secara keseluruhan, capaian tahun buku 2025 menunjukkan bahwa Pertamina tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong transisi menuju energi yang lebih rendah karbon, meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional, serta menjaga fundamental keuangan yang sehat dan berkelanjutan," ujar Simon.

Selain memelihara produksi dan distribusi energi, Pertamina juga menjalankan berbagai program dekarbonisasi di setiap lini bisnis.

Selama 2025, upaya tersebut berhasil menekan emisi karbon sebanyak 2,27 juta ton setara karbon dioksida (CO2e) sebagai bentuk komitmen mendukung target net zero emission (NZE).

Menurut Simon, capaian operasional tersebut membuktikan bahwa tanggung jawab perusahaan tidak hanya terletak pada aspek bisnis, namun juga memastikan energi selalu tersedia dan dapat diandalkan oleh masyarakat serta sektor strategis nasional.

"Bagi Pertamina, capaian tersebut bukan sekadar mencerminkan kinerja korporasi. Di baliknya terdapat tanggung jawab yang semakin besar untuk memastikan energi tetap tersedia dan andal bagi masyarakat, industri, serta berbagai sektor strategis yang menjadi penggerak perekonomian nasional," kata Simon.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index