Alih Kelola Blok Migas Tapah, Gubernur Jambi Targetkan Peningkatan

Alih Kelola Blok Migas Tapah, Gubernur Jambi Targetkan Peningkatan
Gubernur Jambi Al Haris (FOTO: NET)

JAKARTA - Gubernur Jambi Al Haris menaruh harapan agar alih kelola wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi (migas) Tapah dari PetroChina International Jabung Ltd kepada Golden Heaven Jaya Tapah Indonesia di Provinsi Jambi serta Sumatera Selatan sanggup memacu angka produksi.

"Kami berharap ke depan mudah-mudahan di bawah kendali perusahaan baru di blok Tapah, lifting minyak di lokasi tersebut bisa meningkat," kata Al Haris di Jambi, Selasa.

Ia menerangkan bahwa wilayah kerja tersebut sebelumnya dioperasikan oleh PetroChina, namun setelah masa kontrak berakhir, pengelolaannya dikembalikan ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui SKK Migas.

Sampai akhirnya secara resmi diserahterimakan kepada operator baru.

Di samping memburu target produksi, gubernur berharap pihak manajemen baru dapat menyerap tenaga kerja lokal.

Demi menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Pihak manajemen Golden Heaven Jaya Tapah Indonesia, Fatah Riani Abdul Rahman mengutarakan komitmen untuk mengoptimalkan potensi migas di wilayah kerja Tapah.

Menurut dia, saat ini potensi sumber daya migas di kawasan tersebut diperkirakan mencapai kisaran 400 juta barel setara minyak.

Sebagai langkah pembuka, pihaknya berniat melakukan kegiatan observasi lapangan, melaksanakan survei eksplorasi (seismik) tiga dimensi (3D), di area yang sudah ditemukan demi meraih potensi cadangan baru yang sebelumnya belum terlihat.

Lanjut dia, sesudah penandatanganan kesepakatan bersama, tahap berikutnya adalah menjalankan proses konstruksi serta persiapan produksi.

Agenda tersebut direncanakan mulai berjalan tahun depan dengan target komersial paling cepat pada 2027 atau hingga awal 2028.

Dalam jangka panjang, pihak perusahaan mematok target angka produksi mampu menembus di atas 2.000 barel minyak per hari.

Dengan sokongan teknologi terkini serta pendayagunaan data yang lebih komprehensif.

Manajemen menegaskan keberadaan industri migas ini di masa mendatang akan mengikutsertakan putra daerah.

Hal tersebut selaras dengan harapan pemerintah daerah.

"Kami melanjutkan, dan akan mengembangkan lagi untuk menaikkan produksi," jelas Fatah.

Sebelumnya pemerintah lewat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan Pemenang Lelang Penawaran Langsung untuk sembilan Wilayah Kerja (WK) migas.

Pemenang sembilan wilayah kerja yang dimaksud yaitu untuk Wilayah Kerja Bintuni, Wilayah Kerja Karunia, Wilayah Kerja Drawa, Wilayah Kerja Jalu, Wilayah Kerja Southwest Andaman, Wilayah Kerja Barong, Wilayah Kerja Delapan Muaro, Wilayah Kerja Tapah dan Wilayah Kerja Nawasena.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index