Dapur MBG di Sikka Ditangguhkan 2 Bulan, Belum Penuhi Standar BGN

Dapur MBG di Sikka Ditangguhkan 2 Bulan, Belum Penuhi Standar BGN
Dapur SPPG Wailiti, Sikka, ditangguhkan operasionalnya selama dua bulan karena belum memenuhi standar BGN. (Sumber Foto: NET)

SIKKA - Satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), dihentikan sementara operasionalnya. 

Dapur tersebut diketahui tidak beroperasi sejak April 2026 karena belum memenuhi sejumlah standar fasilitas yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN). Senin (22/6/2026), sejumlah kendaraan dengan logo BGN terlihat terparkir di halaman dapur SPPG Wailiti, sementara dua pekerja tampak mengerjakan bak penampung air di area dapur.

Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Sikka, Eginius Jara, membenarkan penghentian sementara operasional dapur tersebut. "Untuk SPPG Wailiti masih dalam masa suspend (penghentian sementara), dengan kategori mayor," ujar Eginius di Maumere, Senin.

Eginius menyatakan dapur SPPG Wailiti berhenti beroperasi sejak 10 April 2026 karena fasilitas instalasi pembuangan air limbah (IPAL) belum memenuhi standar. 

Menurut Eginius, pengelola dapur telah beberapa kali mengajukan permohonan agar operasional kembali dibuka setelah melakukan perbaikan, namun pengajuan tersebut belum disetujui karena pemeriksaan tidak hanya mencakup IPAL, tetapi juga fasilitas pendukung lainnya. "Pengajuan pertama itu di April 2026, tapi itu ditolak karena cuma item IPAL yang diperbaiki," jelasnya.

Pada pengajuan berikutnya, BGN kembali melakukan evaluasi dan menemukan fasilitas lain yang belum memenuhi ketentuan, seperti ketiadaan ruangan pendukung berupa loker serta kamar tidur untuk Kepala SPPG dan ahli gizi. 

Hingga pengajuan ketiga, meski telah dilakukan pemeriksaan melalui video call bersama tim BGN pusat, dapur tersebut belum mendapat izin beroperasi kembali. Alasannya, tempat pencucian ompreng dinilai belum memenuhi standar karena masih menggunakan keran dan ember, bukan bak pencucian permanen.

Walaupun dapur tidak melakukan kegiatan produksi makanan, Eginius mengatakan BGN tetap menyalurkan dana operasional secara rutin. Dana tersebut digunakan untuk membiayai fasilitas yang masih berjalan, seperti listrik, internet, dan air. Selain itu, petugas keamanan atau satpam tetap menerima pembayaran karena masih bertugas menjaga area dapur. 

"Kalau satpamnya, satpamnya kan sebenarnya wajib-wajib masuk untuk menjaga keamanan. Satpam tetap dibayarkan. Terus mereka juga tetap dibayarkan dari operasional," tandasnya. Eginius mengaku belum kembali melakukan pengecekan terkait perkembangan terbaru perbaikan fasilitas di dapur SPPG Wailiti.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index