BALIKPAPAN - PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) sukses mendulang tambahan produksi hingga hampir 1.900 barel minyak per hari (BOPD) melalui dua sumur pengembangan di Lapangan Sejadi yang berada di perairan Kalimantan Timur.
Capaian tersebut ditopang oleh performa dari sumur Sejadi SJ-6 serta Sejadi SJ-4RD1.
Sumur Sejadi SJ-6 digarap sebagai sumur bor baru (New Drill Well) menggunakan lintasan S-type Directional sampai kedalaman 11.266 ftMD, lalu Sejadi SJ-4RD1 merupakan sumur pengeboran ulang (Re-Drill Well) memakai lintasan yang mirip pada kedalaman 9.112 ftMD.
Merujuk data uji sumur (well testing), Sejadi SJ-6 memasok produksi bersih sebesar 942 BOPD, lalu Sejadi SJ-4RD1 memproduksi 923 BOPD serta gas 0,853 MMSCFD, sehingga total akumulasi tambahan produksi dari kedua sumur ini menyentuh 1.865 BOPD.
Uniknya, anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) ini kudu menghadapi karakteristik bawah permukaan Lapangan Sejadi yang tergolong rumit.
Kendati demikian, lewat konsep pengembangan infill dan step out yang dirancang dengan matang, pengerjaan pengeboran dua sumur tersebut malah bisa rampung lebih kilat serta memakan biaya di bawah target anggaran.
Keberhasilan tersebut juga disokong lewat program deck extension guna memperluas area platform Sejadi, sehingga memberikan ruang gerak yang kian leluasa untuk fasilitas sekaligus aktivitas operasi.
General Manager Zona 10 PHKT, Darmapala, memandang pencapaian ini merupakan bukti konkret dari manajemen aset yang dilakukan secara konsisten.
"Capaian ini semakin memperkuat keyakinan kami bahwa peluang pertumbuhan produksi masih terbuka melalui pengelolaan aset yang tepat dan pengembangan lapangan yang berkelanjutan. Keberhasilan di Sejadi menjadi hasil nyata dari semangat kolaborasi, inovasi, dan operational excellence yang terus kami bangun untuk menghadirkan kinerja terbaik bagi bangsa dan negara," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (17/6/2026).
Darmapala menambahkan, terdapat tim subsurface yang bertugas memetakan potensi lapangan, tim Drilling & Well Intervention yang turun langsung mengeksekusi pengeboran sampai fase put on production, tim project yang memastikan kesiapan fasilitas, hingga tim Kalimantan Field yang merawat keandalan operasi saban hari.
Darmapala membeberkan bahwa, sokongan juga diperoleh dari pihak regulator.
Di sisi lain, Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Hariyanto Syafrie memberikan apresiasi terhadap langkah PHKT yang dianggap menyumbang andil pada peningkatan produksi migas nasional.
"Keberhasilan pengeboran dan pengoperasian Sumur Sejadi SJ-6 dan SJ-4RD1 menunjukkan bahwa potensi peningkatan produksi masih dapat diwujudkan melalui penerapan teknologi yang tepat, pemahaman subsurface yang komprehensif, serta eksekusi operasi yang unggul," terang Hariyanto.
Hariyanto memaparkan ekstra produksi ini ikut memperkokoh ketahanan energi Indonesia di tengah dinamika kebutuhan energi domestik.
Ke depan, SKK Migas menegaskan bakal terus memacu percepatan pengembangan lapangan migas lewat sinergi antara Pemerintah, Pemerintah Daerah, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), serta para pemangku kepentingan lainnya.
Hariyanto berharap Lapangan Sejadi bisa menjadi percontohan bagi pengerjaan lapangan migas sejenis di pelbagai daerah lain di Indonesia.