JAKARTA - PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) secara resmi telah merampungkan seluruh proses transaksi akuisisi guna mendapatkan kepentingan ekonomi sebesar 20 persen Participating Interest (PI) pada Madura Strait Production Sharing Contract (PSC) yang dikelola oleh Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).
Pihak manajemen mengumumkan bahwa konklusi atau closing atas kesepakatan ini menjadi sebuah tonggak sejarah penting bagi strategi ekspansi RATU pada sektor hulu minyak dan gas bumi (migas).
Pengurus perseroan menilai langkah di Madura Strait PSC ini bakal kian memperlebar diversifikasi bisnis pada bidang hulu migas, sekaligus memicu potensi arus kas konsolidasi yang berkelanjutan.
Direktur Keuangan PT Raharja Energi Cepu Tbk Adrian Hartadi memaparkan, Madura Strait PSC merupakan sebuah aset produktif yang mempunyai rekam jejak sangat kuat.
"Madura Strait PSC adalah aset yang telah berproduksi dengan rekam jejak yang solid, dan kehadiran kami di sini melengkapi portofolio RATU secara strategis. Ke depan, kami akan fokus memastikan manfaat akuisisi ini benar-benar dirasakan, baik dalam kinerja keuangan perseroan maupun dalam nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham," ujar Adrian dalam keterangan resmi, Kamis (11/6/2026).
Proses pengambilalihan tersebut dieksekusi lewat PT Raharja Energi Madura (REM), selaku anak usaha terkendali RATU, dengan mencaplok penuh 100 persen kepemilikan saham SMS Development Limited (SMSD).
SMSD sendiri ialah entitas investasi yang memegang kepemilikan 20 persen saham di HCML.
Melalui selesainya transaksi ini, RATU secara tidak langsung sekarang mempunyai hak partisipasi pada Madura Strait PSC.
Mengacu pada struktur transaksi yang disepakati, semua manfaat ekonomi atas kepemilikan 20 persen di HCML terhitung sejak 1 Januari 2026 bakal beralih menjadi hak REM.
Oleh karena itu, sumbangsih pendapatan dari aset baru tersebut bakal mulai tampak dalam performa Perseroan pada Laporan Keuangan Konsolidasian RATU untuk periode kuartal II 2026.
Langkah korporasi ini pun menjadi bagian dari rencana jangka panjang pihak perseroan dalam memperbesar basis cadangan serta volume produksi migas nasional.
Bukan hanya itu, aksi strategis tersebut melengkapi portofolio aset hulu migas yang sebelumnya telah dikuasai oleh RATU, yaitu 8 persen Participating Interest pada PSC Jabung yang dikelola PetroChina Jabung Ltd dan 2,24 persen Participating Interest pada PSC Cepu.
Lewat selesainya transaksi tersebut, RATU berhasil meningkatkan eksposurnya di aset migas yang sudah aktif berproduksi, sekaligus memperlebar portofolio hulu yang sebelumnya meliputi kepemilikan saham di PSC Jabung serta PSC Cepu.