Geliat Hulu Migas: IPA Convex 2026 Telurkan Kerja Sama Strategis

Geliat Hulu Migas: IPA Convex 2026 Telurkan Kerja Sama Strategis
Indonesia Petroleum Association (IPA) Convex 2026 (FOTO: NET)

JAKARTA - Perhelatan IPA Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 menjadi sebuah momen krusial bagi sektor industri hulu minyak dan gas bumi (migas) dalam memperkokoh sinergi dan investasi.

Melalui pameran yang berjalan selama tiga hari ini, berbagai kesepakatan strategis dan kemitraan antara pihak pemerintah dengan pelaku usaha berhasil dilahirkan, yang sekaligus mendongkrak gairah investasi di sektor hulu migas.

Presiden IPA, Kathy Wu, memaparkan bahwa agenda IPA Convex 2026 bukan sekadar panggung pameran dan tempat berdiskusi semata, melainkan mampu membuahkan komitmen nyata demi kemajuan energi nasional.

“Salah satu pencapaian penting dalam penyelenggaraan tahun ini adalah terciptanya berbagai peluang kerja sama strategis dan investasi lintas sektor energi yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan industri energi nasional ke depan,” kata Kathy Wu dalam katerangannya, dikutip Kamis (28/5/2026).

Sepanjang agenda itu berlangsung, ia melengkapi, terdapat delapan penandatanganan Kontrak Bagi Hasil (Production Sharing Contract/PSC), 16 kesepakatan komersial dengan potensi nilai melampaui US$30 miliar, serta lima komitmen pengembangan Carbon Capture Storage dan Carbon Capture Utilization and Storage (CCS/CCUS).

“Selain itu, terdapat pula tiga kerja sama government-to-government [G2G] yang semakin memperkuat kolaborasi internasional di sektor energy,” ujarnya.

Ia pun menegaskan bahwa dari seluruh rangkaian kegiatan ini terlihat sangat gamblang bahwa sektor energi merupakan pilar utama untuk pembangunan suatu negara.

Kolaborasi dari seluruh pihak menjadi elemen yang sangat krusial guna menyediakan pasokan energi yang aman, andal, serta bernilai ekonomis bagi masyarakat Indonesia di tengah dinamika global yang semakin rumit.

“Masa kini, kami harus bekerja bersama untuk menghadirkan energi yang aman, andal, dan terjangkau bagi Indonesia di tengah dunia yang kompleks. Kami juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan IPA Convex 2026 yang dinilai terus menjadi barometer perkembangan industri migas di Indonesia,” ujarnya saat penutupan IPA Convex 2026.

Keyakinan para pelaku industri, lanjutnya, terlihat kian menebal seiring langkah pemerintah yang menyuguhkan peluang investasi baru di sektor energi domestik.

Pihak pemerintah menawarkan sebanyak 118 blok migas baru yang dapat dieksplorasi oleh para investor.

Apabila diukur dari aspek operasional, perhelatan tahun ini mencatatkan tren pertumbuhan yang impresif jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Jumlah peserta pameran meningkat dari 216 perusahaan pada tahun 2025 menjadi sebanyak 233 perusahaan pada tahun 2026.

Total delegasi yang hadir pun ikut merangkak naik dari 3.005 menjadi 3.326 peserta, dengan cakupan negara asal delegasi yang meluas dari 15 negara menjadi 20 negara.

Statistik tersebut menunjukkan adanya peningkatan minat serta keterlibatan global dalam industri hulu migas di Indonesia.

Tidak hanya itu, antusiasme dari para pengunjung juga menunjukkan lompatan yang besar dengan total mencapai 37.323 orang, melonjak signifikan dari pencapaian tahun lalu sebesar 32.016 pengunjung.

Kehadiran kelompok mahasiswa pun ikut naik dari 1.786 menjadi 2.550 orang, yang menandakan kian besarnya rasa ingin tahu generasi muda terhadap industri energi dalam negeri.

Keberhasilan perhelatan ini pun semakin mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pusat strategis untuk wadah berdialog, berkolaborasi, dan menanamkan modal bagi industri energi di kawasan Asia Tenggara.

Di sisi lain, kesuksesan acara berskala global ini kembali memperlihatkan kapasitas lokasi penyelenggaraan sebagai tempat berkelas internasional yang mampu mengakomodasi pameran serta konferensi industri besar yang kompleks dan dihadiri oleh partisipan dari seantero dunia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index