JAKARTA – Melalui inovasi geothermal Pertamina, pemanfaatan energi panas bumi kini dikembangkan untuk memberdayakan ekonomi rakyat di sekitar wilayah operasional.
Optimalisasi sumber daya alam ini kini menyasar sektor produktif yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan harian masyarakat luas.
Transformasi energi hijau tersebut menjadi bukti bahwa teknologi tinggi dapat selaras dengan peningkatan taraf hidup di pedesaan.
"Langkah inovasi geothermal Pertamina diarahkan agar manfaat panas bumi bisa dirasakan langsung oleh pelaku usaha lokal melalui program briny-to-business," ujar Julfi Hadi, Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), sebagaimana dilangsir dari indoposco.id, Senin (27/4/2026).
Julfi Hadi menekankan bahwa sisa panas dari proses pembangkitan listrik dapat dialihkan untuk membantu proses pengeringan hasil tani para warga.
Efisiensi biaya produksi yang didapat oleh para petani lokal menjadi salah satu dampak positif yang paling dirasakan saat ini.
"Kami ingin memastikan bahwa inovasi geothermal Pertamina menjadi energi yang menghidupi dan berkelanjutan bagi ekonomi rakyat di masa depan," tutur Julfi Hadi, sebagaimana dilangsir dari indoposco.id, Senin (27/4/2026).
Julfi Hadi berpendapat bahwa integrasi antara industri besar dan ekonomi rakyat adalah kunci utama dalam mencapai kemandirian energi nasional yang inklusif.
Saat ini sejumlah wilayah kerja panas bumi telah berhasil menginkubasi unit usaha kecil menengah yang berbasis pada pemanfaatan energi ramah lingkungan.
"Komitmen kami pada 2026 adalah memperluas jangkauan manfaat ini agar semakin banyak desa yang mandiri secara ekonomi dan energi," tegas Julfi Hadi, sebagaimana dilangsir dari indoposco.id, Senin (27/4/2026).
Penggunaan teknologi ramah lingkungan ini juga membantu menekan emisi karbon di sektor industri pengolahan pangan tingkat lokal.
Masa depan ekonomi hijau di Indonesia kini kian nyata melalui sinergi kekuatan alam dan kreativitas pemberdayaan masyarakat yang konsisten.