Antrean Haji di Bali Capai 28 Tahun, Kemenhaj Berusaha Pangkas Durasi

Antrean Haji di Bali Capai 28 Tahun, Kemenhaj Berusaha Pangkas Durasi
ilustrasi haji bali

DENPASAR – Merespons durasi tunggu yang lama, Kemenhaj berusaha pangkas antrean haji di Bali dari 28 tahun menjadi 26 tahun melalui optimalisasi kuota dan skema keberangkatan.

Fenomena membludaknya pendaftar di Pulau Dewata menuntut langkah taktis agar masyarakat tidak kehilangan harapan untuk menunaikan rukun Islam kelima.

Pemerintah terus mencari celah regulasi guna mendistribusikan kuota secara lebih proporsional berdasarkan pertumbuhan jumlah pendaftar di tiap kabupaten.

"Kemenhaj berusaha pangkas antrean haji di Bali dengan melakukan negosiasi tambahan kuota nasional yang nantinya akan didistribusikan ke daerah dengan masa tunggu terlama," ujar perwakilan kantor wilayah Kemenhaj Bali, sebagaimana dilangsir dari kompas.com, Senin (27/4/2026).

Langkah ini mencakup verifikasi ulang terhadap data jemaah yang sudah wafat atau membatalkan keberangkatan agar kursi yang kosong bisa segera diisi oleh nomor urut di bawahnya.

Audit data secara digital dilakukan untuk memastikan tidak ada celah kecurangan dalam pengalihan nomor porsi jemaah.

"Kami menyadari beban psikologis jemaah, sehingga Kemenhaj berusaha pangkas antrean haji di Bali agar minimal bisa berkurang 2 tahun dalam waktu dekat," tutur petugas humas Kemenhaj, sebagaimana dilangsir dari kompas.com, Senin (27/4/2026).

Petugas tersebut berpendapat bahwa efisiensi durasi tunggu ini sangat bergantung pada keberhasilan pemerintah dalam melobi pemerintah Arab Saudi terkait penambahan kuota tetap.

Selain itu, edukasi mengenai pendaftaran haji di usia muda terus digencarkan agar masa tunggu yang panjang tidak menghambat kondisi fisik jemaah saat berangkat nanti.

"Semua upaya ini kami lakukan karena Kemenhaj berusaha pangkas antrean haji di Bali sebagai prioritas kerja di wilayah kerja Provinsi Bali," tegas kepala bidang haji, sebagaimana dilangsir dari kompas.com, Senin (27/4/2026).

Penerapan sistem pendaftaran satu pintu secara daring diharapkan mampu memberikan transparansi penuh bagi calon jemaah dalam memantau posisi antrean mereka.

Inovasi kebijakan ini diharapkan menjadi angin segar bagi ribuan warga Bali yang telah menanti giliran untuk bertolak ke tanah suci.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index