Baterai Badak dan Perangkat Tipis, Big Tech Dinilai Sedang Tertinggal

Baterai Badak dan Perangkat Tipis, Big Tech Dinilai Sedang Tertinggal
ilustrasi teknologi

HANOI – Tren baterai badak dan perangkat ultra tipis kini menjadi tantangan berat yang membuat sejumlah perusahaan Big Tech dinilai mulai tertinggal dalam inovasi.

Industri teknologi saat ini tengah bergeser ke arah perangkat yang tidak hanya ramping tetapi juga memiliki daya tahan energi yang luar biasa kuat.

"Pin trau va may sieu mong, big tech dang tut lai karena lambatnya adaptasi terhadap efisiensi sel daya generasi terbaru," ujar pengamat teknologi, sebagaimana dilansir dari vietnam.vn, Jumat (24/4/2026).

Kapasitas penyimpanan energi yang besar dalam ruang yang semakin sempit menjadi parameter baru kesuksesan sebuah produk elektronik.

Konsumen kini lebih melirik merek yang mampu memberikan masa pakai harian lebih lama tanpa harus mengorbankan estetika desain.

Pengamat teknologi berpendapat bahwa ketergantungan pada desain lama membuat perusahaan besar kesulitan mengejar kecepatan manufaktur kompetitor yang lebih agresif.

Material baru seperti silikon karbon mulai banyak digunakan untuk menggantikan komponen baterai tradisional demi mengejar target ketipisan perangkat.

Hanya 1 atau 2 produsen yang berhasil menyeimbangkan performa prosesor tinggi dengan sistem manajemen daya yang tetap dingin.

"Pernyataan mengenai pin trau va may sieu mong, big tech dang tut lai menunjukkan adanya pergeseran dominasi teknologi di pasar global," lanjut pengamat teknologi, sebagaimana dilansir dari vietnam.vn, Jumat (24/4/2026).

Biaya riset yang tinggi untuk menciptakan perangkat ultra tipis sering kali menjadi penghambat bagi lini produksi skala besar.

Persaingan ini diprediksi akan semakin memanas seiring munculnya permintaan terhadap gadget yang lebih ergonomis namun tetap bertenaga.

Inovasi pada sektor penyimpanan daya tetap menjadi kunci utama agar raksasa teknologi tidak semakin jauh tertinggal dari para pendatang baru.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index