Inggris dan RI Luncurkan Kemitraan Strategis Pertahanan Maritim

Inggris dan RI Luncurkan Kemitraan Strategis Pertahanan Maritim
Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono Dan CEO Babcok David Lockwood.

JAKARTA – Inggris dan RI resmi meluncurkan kemitraan strategis di bidang pertahanan maritim guna memperkuat keamanan laut serta stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.

Langkah diplomatik ini menandai babak baru dalam hubungan bilateral yang semakin erat di sektor keamanan. Kedua negara bersepakat untuk saling mendukung dalam menjaga jalur perdagangan internasional yang vital serta memastikan hukum laut internasional tetap dihormati.

"Kemitraan pertahanan maritim ini akan mencakup berbagai aspek, mulai dari latihan bersama hingga pengembangan industri pertahanan," ujar narasumber kementerian, sebagaimana dilansir dari bisnis.com, Jumat (24/4/2026).

Pihak otoritas menjelaskan bahwa kolaborasi ini juga menyasar pada penguatan kapabilitas teknis armada serta koordinasi dalam menghadapi ancaman asimetris di wilayah perairan.

Investasi pada teknologi radar dan sistem pengawasan bawah laut menjadi salah satu fokus utama dalam perjanjian ini. Dengan adanya dukungan teknologi dari Britania Raya, pengawasan terhadap aktivitas ilegal di zona ekonomi eksklusif dapat dilakukan secara lebih efektif.

Anne-Marie Trevelyan berpendapat bahwa stabilitas maritim merupakan fondasi penting bagi kemakmuran ekonomi nasional yang sangat bergantung pada logistik jalur laut.

Sinergi ini diproyeksikan mampu meningkatkan daya tangkal terhadap kejahatan lintas negara seperti perompakan dan penyelundupan. 1 tujuan jangka panjang dari kemitraan ini adalah terciptanya ekosistem pertahanan maritim yang mandiri dan kompetitif secara global.

"Indonesia adalah mitra kunci bagi Inggris, dan kemitraan di bidang pertahanan maritim ini mempertegas komitmen kami terhadap keamanan di kawasan," kata narasumber diplomatik, dikutip dari bisnis.com.

Pertemuan tingkat menteri yang digelar di Jakarta tersebut juga membahas jadwal latihan militer gabungan di masa mendatang. Pengiriman personel untuk mengikuti pendidikan spesialisasi maritim di Inggris menjadi bagian dari paket kerja sama sumber daya manusia ini.

Kepastian mengenai kedaulatan laut menjadi prioritas utama bagi pemerintah Indonesia dalam menjaga sumber daya alamnya. Melalui kemitraan strategis ini, posisi tawar Indonesia dalam diplomasi maritim internasional diharapkan akan semakin kokoh dan disegani.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index