JAKARTA – Indonesia menyerukan pentingnya penguatan kerja sama antarnegara di kawasan Asia Pasifik guna menghadapi tantangan pangan global pada Konferensi Regional FAO.
Upaya kolektif menjadi sorotan utama dalam pertemuan tingkat tinggi yang membahas nasib perut jutaan orang di wilayah timur dunia tersebut. Pemerintah menilai bahwa ego sektoral antarnegara harus segera ditinggalkan untuk membangun benteng pertahanan pangan yang lebih kokoh.
"Indonesia menekankan pentingnya penguatan kerja sama regional untuk mentransformasi sistem pangan agar lebih efisien, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan," ujar delegasi Indonesia, sebagaimana dilansir dari antaranews.com, Jumat (24/4/2026).
Pihak Indonesia menyampaikan bahwa sinergi dalam teknologi pertanian dan distribusi logistik menjadi kunci utama untuk menekan angka kerawanan pangan di kawasan.
Kawasan Asia Pasifik memiliki peran krusial sebagai lumbung pangan dunia namun sekaligus menjadi wilayah yang paling rentan terhadap guncangan ekonomi. Diperlukan standarisasi kebijakan yang mampu mempermudah akses petani kecil ke pasar internasional secara adil.
Perwakilan RI berpendapat bahwa transformasi sistem agrifood tidak dapat dilakukan secara mandiri oleh satu negara tanpa dukungan ekosistem regional yang sehat.
Inovasi digital di sektor pertanian turut menjadi agenda yang diusulkan agar diadopsi lebih luas oleh negara-negara berkembang. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan tanpa harus merusak keseimbangan lingkungan hidup.
"Kami mengajak seluruh anggota di kawasan ini untuk berbagi praktik terbaik dan memperkuat bantuan teknis guna mendukung ketahanan pangan bersama," kata delegasi Indonesia, dikutip dari antaranews.com.
Forum internasional ini juga menyoroti dampak perubahan iklim ekstrem yang mulai mengganggu siklus panen di 3 sub-kawasan utama. 1 kebijakan mitigasi bencana yang terintegrasi diharapkan dapat segera dirumuskan sebelum memasuki musim tanam berikutnya.
Kerja sama yang erat akan membuka peluang bagi negara-negara kepulauan kecil untuk mendapatkan kepastian pasokan dengan harga yang lebih terjangkau. Solidaritas antarnegara anggota FAO menjadi instrumen paling vital dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi di tengah badai krisis global saat ini.