Minat Investor Asing Tinggi Terhadap Berbagai Proyek Danantara

Kamis, 09 Juli 2026 | 15:41:51 WIB
CEO Danantara Rosan Roeslani memaparkan tingginya minat investor asing terhadap proyek strategis di Indonesia. (Sumber Foto: NET)

JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sukses memikat atensi pasar global.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa para pemegang modal internasional sangat antusias untuk mengadakan kolaborasi strategis karena koleksi proyek yang disajikan dinilai sangat berpotensi.

Antusiasme ini muncul setelah adanya rapat antara Mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, dengan jajaran petinggi Danantara.

Dalam rapat tersebut, Tony Blair berpendapat posisi Danantara saat ini sangat kuat serta memiliki nilai jual yang tinggi di mata internasional.

"Danantara menjadi mitra strategis yang dicari oleh banyak investor asing. Kami memiliki portofolio dan proyek yang sangat menarik bagi modal asing," ujar dari Sumbernya dalam keterangan resminya, Rabu (8/7/2026).

Rosan, yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, menegaskan pihak mereka akan bergerak gesit menggunakan momentum ini.

"Kami akan mengakselerasi proses ini agar dampaknya segera terasa di masyarakat. Ini baru permulaan, akan ada lebih banyak investor yang menyusul," tegasnya dari Sumbernya.

Selain membahas penanaman modal, Danantara mengincar kolaborasi untuk mempercepat reformasi perusahaan milik negara.

Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menyatakan bahwa Indonesia berencana mengambil berbagai praktik baik dari yayasan kepunyaan Tony Blair, yakni Tony Blair Institute for Global Change (TBI).

"Kita ingin transformasi BUMN berjalan lebih cepat. Karena itu, penting bagi kita membuka ruang kolaborasi dengan mitra global seperti Tony Blair Institute. Banyak pengalaman dan praktik (best practices) yang bisa kita adaptasi supaya hasilnya lebih optimal dan benar-benar memberi nilai tambah buat Indonesia," jelas dari Sumbernya, Selasa (7/7/2026).

Dalam rapat intensif tersebut, Dony Oskaria didampingi oleh CEO Rosan Roeslani dan Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir.

Pembahasan kedua pihak meliputi sejumlah sektor krusial, di antaranya:

Pengembangan kawasan ekonomi baru.

Percepatan hilirisasi industri nasional.

Pembangunan infrastruktur modern dan transformasi digital.

Penguatan kapasitas kelembagaan melalui pemanfaatan jejaring global TBI.

Rangkaian kunjungan tingkat tinggi dengan direksi Danantara ini merupakan kelanjutan dari agenda Tony Blair di Indonesia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menerima kunjungan mantan pemimpin Inggris tersebut di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Senin (6/7/2026) malam.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa rapat tersebut berlangsung hangat dalam suasana kekeluargaan.

"Pertemuan antara dua kawan lama ini menjadi momen penting untuk bernostalgia sekaligus bersilaturahmi. Dalam kesempatan tersebut, keduanya juga saling berbagi pandangan mengenai berbagai perkembangan strategis global," pungkas dari Sumbernya.

Terkini