Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Serangan Baru Amerika Serikat ke Iran

Kamis, 09 Juli 2026 | 15:41:51 WIB
kapal yang kandas di Selat Hormuz. ( Sumber : NET )

NEW YORK – Harga minyak bumi dunia kembali terbang dalam transaksi sesudah penutupan bursa pada Rabu (8/7/2026), menyusul gempuran baru militer Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.

Eskalasi terkini di Timur Tengah memicu kecemasan gangguan suplai energi global serta keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Dikutip dari Sumbernya, harga minyak mentah Brent hari ini terlihat diperdagangkan di level US$ 79,28 per barel, lanjut menguat dari posisi penutupan sebelumnya di US$ 78,02 per barel atau sempat naik melonjak lebih dari 5%.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat ke US$ 74,76 per barel, sesudah ditutup pada level US$ 73,52 per barel.

Sebelumnya, kedua kontrak minyak acuan itu sudah ditutup pada level tertinggi dalam lebih dari dua pekan sesudah Presiden AS Donald Trump mengancam bakal melancarkan gempuran baru terhadap Iran.

Trump pun menyatakan kesepakatan sementara guna mengakhiri perang dengan Iran sudah ‘berakhir’, meskipun kemudian menegaskan bahwa AS tidak menginginkan perang terbuka dengan Teheran.

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) pada Rabu mengumumkan dimulainya gempuran baru terhadap Iran yang bertujuan menjaga Selat Hormuz tetap terbuka bagi lalu lintas kapal.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada dari Sumbernya bahwa gempuran terkini diperkirakan lebih besar dibanding gempuran yang dilakukan sehari sebelumnya.

Media Iran melaporkan sejumlah ledakan terjadi di Bandar Abbas, Abu Musa, Bushehr, serta beberapa wilayah lainnya.

Ketegangan terkini dipicu oleh gempuran Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.

Sebagai respons, AS mencabut pelonggaran sanksi terhadap penjualan minyak Iran yang sebelumnya disepakati dalam perjanjian sementara kedua negara bulan lalu.

Iran pada Rabu pun mengklaim sudah menyerang fasilitas militer AS di Bahrain serta Kuwait, yang kemudian memicu gempuran balasan dari Washington.

Selat Hormuz merupakan salah satu rute pelayaran energi paling krusial di dunia.

Sebelum perang Iran pecah pada 28 Februari, sekitar seperlima suplai minyak global melewati rute tersebut.

Kendali Iran atas Selat Hormuz menjadi salah satu alat tawar utama Teheran dalam konflik yang bermula dari gempuran udara AS serta Israel terhadap Iran.

Otoritas maritim internasional bahkan menaikkan tingkat ancaman bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz menjadi ‘parah’ (severe) sesudah dua kapal tanker diserang pada Selasa lalu.

Meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah memperbesar kecemasan pasar terhadap potensi terganggunya suplai minyak dunia, yang dapat mendorong harga energi terus melambung dalam waktu dekat.

Terkini