3 Kapal Tanker Lolos dari Selat Hormuz, Termasuk Milik Pertamina

3 Kapal Tanker Lolos dari Selat Hormuz, Termasuk Milik Pertamina
Kapal tanker Pertamina Pride milik PT Pertamina International Shipping (PIS) (FOTO: NET)

SELAT HORMUZ - Di kala konflik yang kian memuncak di Selat Hormuz akibat gempuran Iran terhadap armada niaga, beberapa kapal pengangkut minyak mentah kedapatan mampu lolos dari koridor vital tersebut.

Salah satu di antaranya merupakan armada kepunyaan Pertamina, badan usaha energi milik negara Indonesia.

Pemberitahuan itu diedarkan lewat data terkini dari Sumbernya selaku firma pemantau data asal Belgia penyuplai kabar intelijen yang amat krusial buat para aktor industri energi, spekulan komoditas, otoritas negara, sampai institusi finansial.

Melihat pada peninjauan dari Sumbernya, paling tidak terdapat tiga unit kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) yang sanggup melalui Selat Hormuz secara selamat di kala melonjaknya tensi gempuran oleh Iran.

Armada perdana ialah Mercury Hope yang mengangkut kurang lebih 2 juta barel minyak mentah asal Uni Emirat Arab.

Mercury Hope dilaporkan sanggup melintasi Selat Hormuz pada hari Rabu waktu setempat (8/7/2026).

Anglo Eastern Maritime, selaku badan pengelola armada Mercury Hope didapati belum menyerahkan tanggapan mengenai runtutan peristiwa yang terjadi ketika dimintai keterangan oleh Sumbernya.

Berikutnya, terdapat VLCC Tenjun yang dioperasikan oleh perusahaan asal Jepang, Nippon Yusen KK.

Armada dari Negeri Matahari Terbit ini mengangkut 2 juta barel minyak mentah asal Qatar.

Berlainan dengan Mercury Hope, kapal pengangkut minyak dengan bendera Jepang itu keluar dari Selat Hormuz satu hari sebelumnya yaitu Selasa malam (7/7/2026).

Sama halnya dengan Anglo Eastern Maritime, Nippon Yusen pun enggan memberikan keterangan mengenai runtutan peristiwa terkait perjalanan armada tersebut.

Sementara itu, armada pemungkas yang dipetakan oleh Sumbernya sanggup melintasi Selat Hormuz ialah VLCC Pertamina Pride kepunyaan PT Pertamina (Persero).

Sama halnya dengan Nippon Yusen, armada asal Indonesia ini termonitor sanggup keluar dari selat pada hari Selasa.

Armada ini dinyatakan oleh Sumbernya berlayar dengan pemancar sinyal dinonaktifkan serta membawa komoditas kurang lebih 2 juta barel minyak mentah asal Arab Saudi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index