JAKARTA - Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengaku mengetahui pihak-pihak yang membayar aksi demonstrasi. Irma menilai Prabowo sebenarnya sudah tahu siapa pemodal dari aksi tersebut.
"Waduh kalo Presiden sudah bicara seperti itu artinya Presiden sesungguhnya sudah tau siapa bohir dari semua kegaduhan selama menjabat sebagai Presiden," kata Irma kepada wartawan, Jumat (26/6/2026).
Irma menilai pejabat publik maupun politikus seharusnya dapat menjaga stabilitas di tengah kondisi global yang dinamis agar pemerintahan dapat bekerja dengan maksimal.
"Sebetulnya dalam kondisi ekonomi dan politik dunia yang berdampak pada hampir semua negara ini, para negarawan, partai politik, politisi maupun akademisi saling bahu membahu menjaga ketertiban umum agar pemerintah dapat dengan baik melaksanakan roda pemerintahan, memenuhi dan menjaga keamanan pangan dan semua kebutuhan rakyat lainnya," ujarnya.
Legislator NasDem itu berharap tidak ada pihak yang membuat onar agar investor tidak takut untuk mendukung terciptanya lapangan kerja di Indonesia.
"Tinggalkan dulu kepentingan politik praktis agar suasana kondusif, dengan demikian investor asing yang ada tidak lari dan yang ingin masuk terjamin keamanan berusahanya. Dengan demikian lapangan kerja bisa tercipta," katanya.
Sebelumnya, Prabowo menyinggung sejumlah hal dalam pidatonya pada Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6), termasuk perihal demonstrasi yang terjadi di sejumlah daerah.
Prabowo mengaku mengetahui aktor di balik demonstrasi tersebut dan menegaskan bahwa pihak-pihak itu tidak menyukainya karena ia mengetahui orang-orang korup.
"Sopan-sopan tetap maling, sopan-sopan korupsi. Sok, sok kaya, sok banyak duit. Kalau duitnya nyolong dari rakyat. Saya sudah lama jadi orang Indonesia, gua kenal itu semua itu, Saudara-saudara. Mereka nggak suka sama Prabowo karena Prabowo ngerti," kata Prabowo.
Prabowo menyinggung pihak-pihak tersebut terlibat memberikan bayaran dalam demo belakangan ini dan melayangkan peringatan.
"Saudara-saudara sekalian. Hati-hati, lho. Saya kasih peringatan mereka-mereka itu. Saya tahu siapa yang bayar-bayar demo, gua tahu itu. Tapi nggak apa-apa, main demo. Ditanya, ditanya anak-anak demo, nggak ngerti. Mau demo apa, ya? Hmmm... kami dibayar Rp 200 ribu, gitu, kan. Tapi ada. Saya nggak mengerti," katanya.