JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memperkuat integrasi prinsip keberlanjutan atau Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi bisnis perusahaan seiring meningkatnya tuntutan terhadap praktik usaha yang bertanggung jawab di era ekonomi digital.
Komitmen tersebut dituangkan dalam Sustainability Report 2025 yang baru diterbitkan perusahaan. Dalam laporan tersebut, Telkom menempatkan ESG sebagai bagian dari agenda transformasi bisnis jangka panjang, tidak sekadar sebagai pemenuhan aspek kepatuhan.
Vice President Sustainability Telkom, Gunawan Wasisto Ciptaning Andri, mengatakan perusahaan tengah mendorong transformasi untuk memperkuat daya saing sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, pelanggan, dan masyarakat.
"Bagi TelkomGroup, sustainability bukan sekadar pemenuhan aspek kepatuhan, melainkan bagian integral dari strategi perusahaan dalam menciptakan pertumbuhan jangka pajang yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing di era digital," ujar Gunawan.
Dalam laporan tersebut, implementasi ESG dijalankan melalui tiga pilar utama, yakni Save Our Planet, Empower Our People, dan Elevate Our Business.
Pada pilar Save Our Planet, Telkom memperkuat berbagai inisiatif untuk mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon, termasuk pengelolaan emisi, efisiensi energi, optimalisasi penggunaan sumber daya, serta pengembangan infrastruktur digital yang lebih ramah lingkungan seperti green data center.
Perusahaan juga untuk pertama kalinya meluncurkan Climate Transition Plan sebagai bagian dari upaya mengintegrasikan pengelolaan risiko iklim ke dalam perencanaan bisnis jangka panjang.
Melalui pilar Empower Our People, Telkom menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai faktor penting dalam transformasi perusahaan.
Hingga 2025, sekitar 21 persen posisi manajerial di TelkomGroup ditempati perempuan. Selain itu, lebih dari 20,2 persen talenta perusahaan telah berada dalam kategori digital talent untuk mendukung kebutuhan industri digital yang terus berkembang.
Di sisi pelanggan, perusahaan mencatat peningkatan Net Promoter Score (NPS) hingga memperoleh predikat Excellent, yang menunjukkan tingkat kepuasan dan loyalitas pelanggan yang semakin baik. Telkom juga melanjutkan program pemberdayaan UMKM berbasis digital.
Sepanjang 2025, sekitar 12,6 persen UMKM binaan disebut berhasil naik kelas dan meningkatkan kemandirian usahanya melalui pemanfaatan teknologi digital dan pendampingan berkelanjutan.
Perkuat Tata Kelola dan Infrastruktur Digital
Pada pilar Elevate Our Business, perusahaan memperkuat tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan terhadap regulasi yang semakin kompleks di sektor digital.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan pada 2025 adalah pembentukan Direktorat Legal & Compliance untuk memperkuat fungsi kepatuhan, perlindungan data, serta keamanan informasi.
Selain itu, Telkom terus memperluas pengembangan infrastruktur digital nasional, termasuk data center, jaringan fiber optik, menara telekomunikasi, dan konektivitas internasional, guna menjawab meningkatnya kebutuhan layanan digital, cloud computing, big data, dan teknologi berbasis kecerdasan artifisial (AI).
Melalui penguatan infrastruktur, pengembangan talenta, tata kelola yang lebih solid, dan strategi transisi rendah karbon, Telkom menargetkan pertumbuhan bisnis yang lebih berkelanjutan sekaligus mendukung pengembangan ekonomi digital Indonesia.