Dana Karbon Jadi Penopang Pembangunan Kampung di Berau

Dana Karbon Jadi Penopang Pembangunan Kampung di Berau
Pemkab Berau manfaatkan dana karbon sebagai sumber pendanaan pembangunan kampung. (Sumber Foto: NET)

BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus berupaya mencari sumber pendanaan alternatif demi menjamin kesinambungan pembangunan di tingkat kampung dan kelurahan.

Salah satu instrumen yang kini diandalkan adalah penggunaan dana karbon. 

Pemanfaatan dana ini dinilai mampu menjadi penyangga saat alokasi dana kampung (ADK) atau dana desa (DD) sedang mengalami penurunan.

Rabu, 17 Juni 2026, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyatakan bahwa kehadiran dana karbon telah membuka peluang bagi pemerintah daerah serta kampung untuk tetap melaksanakan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

"Bisa dibilang ketika ADK menurun, ketika dana desa menurun, dana karbon bisa menjadi sedikit napas buat kami," katanya.

Sri Juniarsih mengungkapkan sebanyak 77 kampung dan kelurahan di Berau telah merasakan manfaat dari skema dana karbon. Masing-masing kampung menerima alokasi sekitar Rp349 juta. Jumlah tersebut dinilai cukup berarti untuk menunjang berbagai aktivitas pembangunan.

Ia menerangkan bahwa dana karbon akan dimasukkan ke dalam Perubahan Anggaran Kampung (PAK) dan Perubahan Anggaran Kelurahan agar dapat digunakan untuk merealisasikan program yang telah disusun oleh pemerintah setempat.

Di samping memperkuat pendanaan berbasis lingkungan, Pemkab Berau juga terus berusaha melindungi kawasan hutan yang mempunyai nilai konservasi tinggi.

Saat ini, Bupati Sri tengah menjalin koordinasi dengan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) guna menentukan langkah terbaik dalam menjaga serta memulihkan kawasan hutan yang rusak.

"Bagaimana caranya kami bisa mengubah yang sudah tergunduli. Kalau upaya kami sudah maksimal dan tidak bisa, mungkin kami bisa cari yang lain," ujarnya.

Sri Juniarsih menegaskan bahwa pemulihan area hutan tetap menjadi prioritas pemerintah. Ia pun menyoroti praktik pertambangan liar yang disebut sebagai salah satu faktor penyebab kerusakan hutan di sejumlah titik.

"Illegal mining itu dilepas oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab," ucapnya.

Pemkab Berau berharap skema dana karbon tidak hanya berfungsi sebagai sumber pendapatan alternatif, tetapi juga mampu memacu kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup yang selama ini menjadi aset berharga daerah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index