Kapal Pertamina Pakai Tenaga Surya, Emisi Karbon Berkurang 79 Ton

Rabu, 17 Juni 2026 | 16:42:50 WIB
Direktur TKB Pertamina Persero Agung Wicaksono mengunjungi ruang Panel Baterai disisi Kapal PTK OB 2303. (Sumber Foto: dunia-energi.com)

PANGKAL PINANG - Pertamina kian memperluas inisiatif penggunaan energi bersih lewat pemanfaatan tenaga surya pada armada kapal pengangkut mereka. 

PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) mulai mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kapal Oil Barge (OB) Patra 2303 sebagai langkah dekarbonisasi di sektor maritim, yang diprediksi sanggup menekan emisi hingga 79,2 ton CO? per tahun.

Sistem panel surya off-grid berkapasitas 11,5 kWp pada Kapal OB Patra 2303 ini terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 32 kWh. 

Selain mengurangi emisi karbon secara signifikan, pemanfaatan listrik tenaga surya ini diestimasi mampu menghemat konsumsi bahan bakar diesel hingga 28,08 kiloliter setiap tahun.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina, Agung Wicaksono, menegaskan bahwa penggunaan energi surya pada kapal membuktikan bahwa upaya pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil tidak hanya bisa dilakukan di daratan, tetapi juga di sektor kelautan.

“Pemanfaatan energi surya yang dipadukan dengan baterai menunjukkan bahwa dedieselisasi (konversi sumber energi diesel ke sumber energi alternatif) tidak hanya dapat dilakukan di darat, tetapi juga di laut. Ini menjadi bukti bahwa Pertamina siap mendukung percepatan transisi energi,” ujarnya usai meninjau Kapal OB 2303 di Pangkal Pinang, Kamis (11/6).

Inisiatif ini merupakan kolaborasi antara PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) sebagai pengembang solusi energi, Pertamina Trans Kontinental (PTK) sebagai operator armada, serta Pertamina International Shipping (PIS) selaku subholding Integrated Marine Logistics Pertamina.

PTK menegaskan program ini sebagai wujud komitmen nyata perusahaan terhadap operasional yang efisien dan berkelanjutan. 

Plt. Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental, Eko Cahyadi, menyatakan bahwa aspek keselamatan menjadi perhatian utama sejak perencanaan hingga pemasangan sistem di kapal. 

Hal ini dinilai krusial karena OB Patra 2303 adalah kapal pengangkut minyak yang membutuhkan standar keamanan lebih tinggi daripada instalasi fasilitas biasa.

“Yang membuat proyek ini istimewa adalah pemasangan dilakukan pada kapal yang mengangkut muatan berbahaya. Karena itu, proses instalasi harus memenuhi standar keselamatan yang jauh lebih ketat,” tegasnya.

Implementasi PLTS ini dijalankan dengan standar HSSE tinggi agar sistem beroperasi aman tanpa mengganggu aktivitas kapal. Direktur Perencanaan Bisnis PT Pertamina International Shipping (PIS), Eka Suhendra, menyebut proyek ini menjadi tonggak penting strategi dekarbonisasi maritim Pertamina.

“Keberhasilan proyek ini memperlihatkan bahwa transisi energi dapat berjalan melalui kolaborasi, inovasi, dan keberanian menghadirkan teknologi baru,” katanya.

Guna mencapai Net Zero Emission (NZE) 2060, Pertamina menargetkan pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Cakupan 1 dan 2 hingga 30%, dengan target total 1,9 juta ton CO?. Selama dua bulan pertama tahun ini, realisasi penurunan emisi di lingkungan Pertamina telah mencapai 354.609 ton CO?, atau 112 persen dari target periode berjalan.

Terkini