PTK Pacu Profit dan Transformasi, Siap Hadapi Era Digitalisasi & Karbon

Rabu, 17 Juni 2026 | 16:42:50 WIB
PT Pertamina Trans Kontinental catat laba bersih Rp1,32 triliun pada 2025. (Sumber Foto: NET)

JAKARTA – PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menutup Tahun Buku 2025 dengan capaian kinerja yang impresif. 

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Senin (15/6/2026), perusahaan membukukan laba bersih senilai Rp1,32 triliun, tumbuh 23 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp1,07 triliun.

Komisaris Utama PTK, Subagjo Hari Moeljanto, menilai raihan ini menunjukkan resiliensi perusahaan dalam menjaga pertumbuhan di tengah tantangan industri logistik maritim dan sektor energi.

“PTK mampu mencapai pertumbuhan positif di tengah tantangan industri logistik maritim dan dinamika sektor energi nasional maupun global. Dewan Komisaris menilai, PTK berhasil menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha, peningkatan profitabilitas, pengelolaan risiko, serta implementasi tata kelola perusahaan yang baik,” ujar Subagjo.

Pelaksana Tugas Direktur Utama PTK, Eko Cahyadi, mengungkapkan bahwa pendapatan usaha perusahaan mencapai Rp8,4 triliun sepanjang 2025, yang didukung oleh ekspansi layanan marine, keagenan, serta pengembangan bisnis baru.

“Pertumbuhan keuangan ini sejalan dengan peningkatan pendapatan, terutama dari kegiatan layanan marine, keagenan, serta upaya peningkatan pendapatan melalui penambahan bisnis baru,” kata Eko.

Di bidang operasional, PTK mengelola 370 armada dengan capaian fleet commercial days selama 358,52 hari, didukung Commission Days sebanyak 120.118 hari dan Commercial Days mencapai 119.390 hari.

“Capaian hari kerja efektif ini mencerminkan komitmen PTK dalam menjaga setiap armada berada dalam kondisi siap layar dengan standar keamanan yang prima. Capaian ini memberikan jaminan ketersediaan armada yang tinggi, efisiensi waktu, serta layanan operasional yang maksimal bagi pemangku kepentingan dalam jangka panjang,” jelasnya.

Dalam aspek tata kelola, PTK meraih skor Good Corporate Governance (GCG) sebesar 89,46 dengan predikat Sangat Baik. 

Selain itu, perusahaan berhasil mencatatkan Zero Fatality dan Zero Oil Spill sepanjang 2025, sembari menjalankan program Green Port, Green Building, rehabilitasi mangrove, serta pemberdayaan masyarakat pesisir.

“Hal ini menunjukkan komitmen kuat seluruh insan PTK dalam membangun budaya keselamatan kerja, keamanan operasi, dan perlindungan lingkungan yang berkelanjutan,” terang Eko.

Menyongsong tahun 2026, PTK berkomitmen untuk terus memperkuat daya saing melalui peningkatan keselamatan operasi, digitalisasi, dan penerapan teknologi rendah karbon di sektor perkapalan.

“PTK senantiasa menghadirkan layanan maritim yang profesional, unggul, dan berdaya saing guna mendukung keberlanjutan bisnis serta ketahanan energi nasional,” tambahnya.

Terkini