Limbah Bisa Jadi Untung? IRMAPALA SMA Muhammadiyah 25 Pelajari Ekonomi Karbon

Rabu, 17 Juni 2026 | 16:42:50 WIB
Anggota IRMAPALA SMA Muhammadiyah 25 mempelajari ekonomi karbon pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. (Sumber Foto: NET)

PAMULANG - Selama ini, limbah sering dianggap sebagai penyebab utama pencemaran lingkungan sekaligus beban biaya pengelolaan yang sangat besar. 

Namun, pandangan tersebut berubah bagi para anggota Ikatan Remaja Muhammadiyah Pecinta Alam (IRMAPALA) SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang, setelah mereka menghadiri peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (13/6/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) ini mengangkat tema “Mengubah Beban Menjadi Berkah: Standarisasi Teknologi Air Limbah Sebagai Mesin Baru Nilai Ekonomi Karbon”. 

Forum tersebut dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pemerintah, akademisi, praktisi lingkungan, hingga para pelajar.

Pertemuan ini mengajak peserta untuk memahami bahwa pengelolaan air limbah bukan hanya soal menjaga kualitas lingkungan, melainkan juga berpotensi menciptakan nilai ekonomi melalui pengurangan emisi karbon serta pemanfaatan energi terbarukan. 

Bagi para pelajar, tema ini memberikan perspektif baru bahwa limbah dapat diolah menjadi sumber energi dan peluang ekonomi yang menjanjikan.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang, Arif Budianto, menilai keterlibatan siswa dalam forum ini adalah pengalaman berharga untuk memperluas wawasan dan kepedulian lingkungan.

“Dalam forum itu mereka mendapatkan kesempatan yang baik untuk memperluas wawasan mengenai tantangan dan solusi lingkungan. Kami berharap mereka dapat menjadi bagian dari perubahan yang membawa semangat pelestarian lingkungan di sekolah maupun masyarakat,” ujarnya.

Menurut Arif, pendidikan lingkungan tidak cukup hanya berbasis teori. Siswa perlu berinteraksi langsung dengan praktisi agar memahami penanganan persoalan lingkungan di lapangan. 

Ketua IRMAPALA SMA Muhammadiyah 25, Ibrahim Saleh, menambahkan bahwa ia kini memahami manfaat ekonomi dari pengelolaan limbah.

“Selama ini kami sering menganggap IPAL hanya sebagai beban ekonomi. Padahal, jika teknologinya dikelola dengan baik, sistem tersebut dapat menghasilkan keuntungan ekonomi melalui pemanfaatan gas metana dan mekanisme ekonomi karbon,” kata Ibrahim.

Ia menjelaskan bahwa gas metana hasil pengolahan limbah berpotensi menjadi sumber energi. Selain mengurangi pencemaran, pemanfaatan gas tersebut berkontribusi pada pengurangan emisi karbon yang memiliki nilai dalam skema perdagangan karbon. 

Ibrahim juga menekankan pentingnya standarisasi teknologi agar manfaat lingkungan dan ekonomi dapat terukur dengan baik.

“Teknologi yang digunakan harus terstandar dan didukung data yang terukur. Dengan begitu, manfaat pengurangan emisi yang dihasilkan dapat diakui dan berpotensi memberikan nilai ekonomi,” jelasnya.

Selain mendapatkan materi, para siswa juga terlibat dalam diskusi mengenai inovasi pengolahan limbah dan peran generasi muda dalam pembangunan berkelanjutan. 

Bagi IRMAPALA SMA Muhammadiyah 25, kegiatan ini memperkuat komitmen mereka dalam menjaga kesadaran lingkungan dan menjadi bekal untuk mendorong inisiatif pelestarian di sekolah serta masyarakat.

Terkini