DENPASAR – Kodam IX/Udayana memberikan tanggapan mengenai kabar perusakan bangunan sekolah dasar (SD) di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), demi proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
Sebuah video yang tersebar memperlihatkan sejumlah prajurit TNI diduga merusak gedung SDN Wolomoni untuk keperluan pembangunan Kopdes Merah Putih di desa tersebut. Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana, Kolonel Inf Amrizal Nasution, menyatakan bahwa peristiwa itu bermula saat alat berat eksavator hendak melintasi jalur menuju lokasi proyek pada Jumat (5/6/2026).
Menurut Amrizal, lokasi pembangunan terletak di belakang SDN Neowula dan akses jalannya melewati jalan desa yang sempit. "Pada jalur tersebut terdapat tiang penyangga atap sekolah yang menghambat manuver alat berat," ucapnya dalam pernyataan tertulis, Rabu (10/6/2026).
Dia menerangkan bahwa beberapa tiang penyangga sempat dipotong agar eksavator bisa lewat. Amrizal mengklaim tindakan tersebut sudah dikoordinasikan bersama Kepala Desa Neowula serta pihak Komite Sekolah. Ia menegaskan langkah itu hanyalah penyesuaian teknis di lapangan, bukan upaya pengrusakan bangunan sekolah.
Kepala Desa Neowula, Vinsensius Papa, juga dikabarkan telah mengonfirmasi bahwa akses jalan yang dilewati adalah jalan desa yang letaknya berdampingan dengan gedung sekolah. Pihaknya sekaligus membantah tuduhan mengenai adanya penggusuran paksa, intimidasi, maupun kekerasan oleh personel TNI.
"Tidak terdapat tindakan intimidasi, kekerasan fisik, maupun upaya penggusuran paksa oleh personel TNI terhadap masyarakat maupun fasilitas pendidikan," ujar Amrizal.
Saat ini, proyek pembangunan KDKMP dihentikan sementara sembari menunggu proses mediasi. Tiang yang sempat dipotong telah diperbaiki, area galian dirapikan, serta alat berat telah dipindahkan dari lokasi.