Deretan Tokoh Menepis Kaitan dengan Kasus Korupsi Sony Sonjaya

Deretan Tokoh Menepis Kaitan dengan Kasus Korupsi Sony Sonjaya
Sony Sanjaya Tersangka Korupsi MBG, Pernah Bongkar Modus Jual Titik SPPG Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul "Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Siap Bongkar Korupsi MBG. (Sumber Foto: NET)

JAKARTA - Mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya melalui kuasa hukumnya, Krisna Murti, mengaku telah menyerahkan 20 lebih nama yang diduga terlibat korupsi tata kelola Makan Gizi Gratis (MBG) kepada penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Krisna juga menyebut surat pengajuan sebagai Justice Collaborator (JC) telah diberikan kepada penyidik.

"Sudah kami sampaikan ke penyidik (20 lebih nama) udah ada di-BAP kok itu waktu pemeriksaan kami kan saya mendampingi Pak Sony, sudah kami tuangkan dalam BAP," kata Krisna kepada wartawan, Rabu (10/6/2026).

"(JC) sudah kami sampaikan kemarin suratnya, sudah ditandatangani, dan sudah saya serahkan (ke Kejagung). Kami berharap dari kejaksaan mengabulkan JC nya karena untuk mengungkap peristiwa lebih besar lalu untuk pengembangan penyidikan lebih mudah," ujarnya.

Krisna menyebut ada 26 nama dari unsur eksekutif, legislatif, dan yudikatif yang diduga terlibat, dengan jumlah terbanyak dari legislatif.

AHY Bantah Partai Demokrat menegaskan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak memiliki keterkaitan dengan Sony Sonjaya maupun program BGN lainnya. Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menyatakan AHY tidak mengenal Sony.

"Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tidak mengenal Saudara Sony Sonjaya. AHY tidak pernah bertemu maupun berkomunikasi dengan Saudara Sony Sonjaya," ujar Herzaky, Selasa (9/6/2026).

Herzaky juga membantah adanya keterlibatan AHY dalam usulan program SPPG maupun frasa '2 Orang Kolonel usulan AHY'. "Karena itu, frasa '2 orang Kolonel usulan AHY', jika yang dimaksud menyangkut Agus Harimurti Yudhoyono, maka hal tersebut dapat dipastikan sebagai fitnah dan sama sekali tidak mengandung kebenaran," tegasnya.

Dudung Bantah Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman membantah memiliki SPPG terkait kasus korupsi di BGN. Ia mengklarifikasi bahwa perannya hanya membantu menjembatani pesantren yang membutuhkan akses MBG dengan pihak terkait.

"Cuma karena saya yang minta tolong kepada Pak Dadan itulah yang kemudian akhirnya bunyi seakan-akan Pak Dudung punya dapur. Kalau Pak Dudung punya dapur, silakan cek, saya kasih hadiah nanti. Jadi nggak ada sama sekali saya punya dapur ya," imbuhnya.

Yahya Zaini Bantah Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, turut membantah keterlibatannya dalam pengadaan di Badan Gizi Nasional maupun penjualan titik dapur MBG. "Itu tuduhan yang tidak benar alias fitnah karena saya tidak terlibat korupsi di BGN," kata Yahya, Rabu (10/6/2026).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index