Kemenbud Tegaskan Komitmen Rawat Borobudur Sebagai Warisan Budaya

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:41:45 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam perayaan Hari Raya Waisak di Candi Borobudur. (Sumber Foto: NET)

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menyatakan komitmennya dalam menjaga serta merawat Candi Borobudur sebagai salah satu warisan budaya dunia.

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menyampaikan bahwa Borobudur tidak sekadar menjadi tempat suci bagi jutaan umat Buddha, melainkan juga perwujudan fisik dari perjalanan batin manusia menuju pencerahan.

"Merawat Borobudur adalah merawat ingatan peradaban dan kami berkomitmen untuk terus melakukannya dengan sepenuh tanggung jawab bagi generasi yang akan datang,” kata Fadli Zon dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Fadli Zon mengungkapkan, Kementerian Kebudayaan memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan rangkaian Hari Raya Waisak Nasional 2570 BE/2026, sekaligus bertindak sebagai Pelindung dalam kepanitiaan nasional perayaan Waisak tahun ini.

Saat menghadiri kegiatan Dharmasanti Tri Suci Waisak Nasional 2570 BE/2026 di Taman Lumbini, Candi Borobudur, Minggu, Fadli Zon menegaskan bahwa Waisak merupakan momen yang sangat istimewa bagi umat Buddha di seluruh dunia.

Dengan mengusung tema “Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan” serta subtema “Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia,” kegiatan Dharmasanti menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, menguatkan nilai toleransi, serta meneguhkan semangat perdamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kementerian Kebudayaan berharap rangkaian perayaan Waisak Nasional tahun 2026 ini dapat terus memperkuat nilai toleransi, menjaga harmoni antarumat beragama, serta memperkokoh peran warisan budaya Indonesia sebagai ruang spiritual, kebudayaan, dan perdamaian dunia.

Sementara itu, Ketua Panitia Waisak Nasional 2026, Hartati Murdaya, dalam laporannya menyebutkan bahwa Dharmasanti bertujuan untuk memperkokoh pengamalan Dharma, mempererat persatuan bangsa, serta membawa kedamaian bagi Indonesia. 

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Kebudayaan terhadap pelaksanaan rangkaian Waisak Nasional.

“Kami menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Menteri Kebudayaan atas dukungan dan semangat yang diberikan dalam mendukung pelaksanaan ibadah umat Buddha di kawasan budaya Candi Borobudur,” ujar Hartati Murdaya.

Hartati turut menyinggung pentingnya pelestarian kawasan percandian Muaro Jambi sebagai salah satu pusat pembelajaran agama Buddha pada masa Kerajaan Sriwijaya abad ke-7 hingga ke-13. 

Kawasan tersebut dikenal sebagai tempat Biksu besar asal India, Atisha Dipangkara, mempelajari ajaran Buddha kepada Mahaguru Dharmakirti.

Terkini