Papar Tengah Fasilitasi 250 Pelajar OAP Masuk Sekolah Kedinasan

Selasa, 19 Mei 2026 | 10:42:36 WIB
Para pelajar dari delapan kabupaten di Papua Tengah mendapatkan pengarahan tes kesehatan di halaman Kantor BKPSDM Papua Tengah, Nabire. (Sumber Foto: NET)

NABIRE - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Papua Tengah memberikan fasilitas kepada 250 pelajar orang asli Papua (OAP) guna menempuh seleksi sekolah kedinasan lewat pelaksanaan program bimbingan belajar (bimbel) serta sistem pendampingan yang terintegrasi.

Kepala BKPSDM Provinsi Papua Tengah, Denci Meri Nawipa menerangkan bahwa bentuk sokongan yang disalurkan oleh pemerintah daerah tak sekadar berupa penyediaan info, melainkan juga pembekalan secara teknis. Program ini sengaja disiapkan supaya para pelajar mempunyai kesiapan lebih matang saat menempuh ujian berbasis computer assisted test (CAT).

Ia melanjutkan, ke depan sebanyak 250 pelajar OAP tersebut bakal menjalani kelas bimbel tanpa dipungut biaya selama tempo satu bulan di Jayapura, yang juga disertai dengan pengerjaan simulasi ujian CAT.

“Seluruh kebutuhan mulai dari pemeriksaan kesehatan, tiket perjalanan, hingga biaya bimbel ditanggung oleh pemerintah provinsi,” ujarnya, Senin (18/5/2026), melansir dari berbagai sumber.

Denci menguraikan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari ikhtiar untuk membuka jalur masuk sekaligus memperdalam pengetahuan para siswa mengenai variasi opsi sekolah kedinasan yang tersebar di lingkungan kementerian.

Pihak BKPSDM sendiri sudah menjalin koordinasi dengan jajaran kementerian yang menaungi lembaga sekolah kedinasan, di antaranya Politeknik Keuangan Negara STAN, Politeknik Statistika STIS, Politeknik Imigrasi, Politeknik Ilmu Pemasyarakatan, Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, serta Sekolah Tinggi Intelijen Negara.

“Selama ini masyarakat hanya mengenal IPDN sebagai sekolah kedinasan, padahal ada banyak sekolah kedinasan lain di kementerian berbeda,” jelasnya.

Total 250 pelajar OAP yang memperoleh fasilitas ini dihimpun dari delapan wilayah kabupaten, dengan porsi rata-rata berkisar 32 orang untuk tiap kabupaten. Mereka merupakan para lulusan jenjang SMA/SMK dari angkatan tahun 2024 hingga 2026, atau yang berada pada kategori batasan usia antara 18 sampai 21 tahun.

Pada momentum tersebut, Denci pun memberikan jaminan bahwa para siswa yang nantinya dinyatakan lolos seleksi akan terus memperoleh sokongan dari jajaran pemerintah daerah, termasuk penyediaan fasilitas pemukiman andaikata sekolah kedinasan yang dituju kelak tidak memfasilitasi asrama bagi siswanya.

“Ini bentuk komitmen pemerintah daerah untuk menyiapkan generasi Papua Tengah yang unggul dan siap mengabdi melalui jalur kedinasan,” tegasnya, dilansir dari Berbagai Sumber.

Terkini