HONG KONG - Harga minyak global tercatat mengalami penurunan dalam sesi perdagangan hari Senin (22/6) menyusul hadirnya sentimen positif dari dialog damai antara Amerika Serikat serta Iran, yang mana pihak penengah memberikan sinyal adanya rencana strategis menuju kesepakatan akhir.
Di waktu yang sama, sebagian besar indeks saham justru bergerak menguat yang ditopang oleh kembalinya performa impresif dari perusahaan-perusahaan di sektor teknologi.
Setelah rencana pertemuan pada hari Jumat (19/6) sempat tertunda akibat terjadinya konflik bersenjata antara pihak Israel dan Hizbullah, agenda negosiasi tersebut pada akhirnya resmi berjalan pada hari Minggu (21/6) di Swiss lewat utusan yang dipimpin oleh Wakil Presiden AS JD Vance bersama Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.
Para investor di pasar modal tampak mempertahankan respons positif mereka pasca beredarnya rumor bahwa kedua belah pihak yang bertikai tersebut telah menyepakati penghentian konflik, yang pada waktu sebelumnya sempat mengakibatkan lonjakan harga energi, mengatrol laju inflasi, serta memicu kekhawatiran serius pada stabilitas ekonomi global.
Kekhawatiran pada awalnya sempat muncul menyusul beredarnya kabar terkait sikap Iran yang membatalkan pembicaraan setelah Presiden AS Donald Trump memberikan ancaman serangan balasan andai Hizbullah tidak menyudahi gempuran ke Israel.
Kendati demikian, pihak mediator dari Pakistan serta Qatar memastikan bahwa jalannya proses negosiasi tersebut berlangsung dalam "suasana positif dan konstruktif".
Kondisi pasar menjadi semakin kondusif saat Qatar dan Pakistan mengumumkan adanya perkembangan positif yang ditargetkan mampu meredam persoalan program nuklir Teheran sekaligus membuka kembali Selat Hormuz, wilayah perairan yang menjadi rute perlintasan untuk seperlima pasokan minyak dan gas dunia.
Keduanya mengatakan AS dan Iran sepakat membangun "jalur komunikasi" guna menghindari insiden di jalur perairan penting tersebut, dan "Komite Tingkat Tinggi telah menyepakati peta jalan menuju tercapainya kesepakatan akhir dalam waktu 60 hari, meletakkan dasar untuk segera dimulainya pembicaraan teknis lebih lanjut".
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menambahkan di X, bahwa "mediasi telah memberikan kemajuan besar untuk mengakhiri Perang Lebanon".
Dua nilai acuan minyak utama dunia bergerak melemah pada sesi awal perdagangan, berbanding terbalik dengan arah pergerakan mayoritas pasar saham yang justru membukukan pertumbuhan positif.
Pasar saham Tokyo berhasil menguat hingga dua persen, bursa Seoul bergerak naik melewati satu persen, sementara bursa Taipei melesat tinggi hingga 2,7 persen.
Tren kenaikan ini dipicu oleh aksi beli lanjutan pada saham-saham di sektor teknologi, khususnya para emiten produsen semikonduktor seperti SK hynix dari Korea Selatan, TSMC dari Taiwan, hingga Advantest milik Jepang.
Zona hijau juga tampak pada bursa Sydney, Wellington, dan Jakarta, kendati koreksi tipis harus dialami oleh bursa Hong Kong, Shanghai, serta Singapura.
"Menyusul respons positif pekan lalu terhadap laporan gencatan senjata AS-Iran, pasar kemungkinan akan dibuka dengan nada hati-hati untuk memulai pekan baru karena masih jelas bahwa situasi di Timur Tengah tetap rapuh," kata Skye Masters dari National Australia Bank. "Dollar kemungkinan akan tetap menguat, harga minyak bisa berfluktuasi ke arah mana pun, tetapi pada level saat ini risikonya adalah kenaikan lebih tinggi."
Mata uang poundsterling terpantau masih berada dalam tekanan pasar pasca dihantam aksi jual masif seiring keunggulan politisi Partai Buruh Inggris, Andy Burnham, pada pemilu hari Kamis yang memperdalam spekulasi bahwa dirinya akan menggantikan posisi Perdana Menteri Keir Starmer yang kedudukannya tengah goyah.
Starmer yang sedang menghadapi tekanan ini "diperkirakan pada hari Senin akan mengumumkan akan mengundurkan diri sebagai perdana menteri setelah tekanan luar biasa dari anggota parlemen Partai Buruh untuk memberi jalan bagi Andy Burnham", demikian menurut surat kabar Guardian.
Para investor mengkhawatirkan apabila Burnham kelak bakal menetapkan kebijakan belanja baru yang berisiko memperbesar tumpukan utang luar negeri negara tersebut yang saat ini kondisinya sudah sangat melonjak.
Berikut rincian angka indikator utama pada sekitar pukul 02.30 GMT (09.30 WIB):
Minyak mentah jenis West Texas Intermediate: Melemah sebesar 0,5 persen ke angka $75,47 per barel.
Minyak Mentah jenis Brent Laut Utara: Mengalami penurunan hingga 1,5 persen ke posisi $79,38 per barel.
Bursa Tokyo - Indeks Nikkei 225: Menguat 2,0 persen berada di level 72.648,47 (sesi istirahat).
Bursa Hong Kong - Indeks Hang Seng: Melemah 1,4 persen ke posisi 23.597,25.
Bursa Shanghai - Indeks Komposit: Terkoreksi tipis 0,1 persen menuju level 4.088,17.
Bursa Seoul - Indeks Kospi: Bertambah naik 1,3 persen berada di angka 9.171,14.
Nilai tukar Euro terhadap Dollar AS: Turun menuju level $1,1462 dari posisi sebelumnya $1,1464 pada hari Jumat.
Nilai tukar Poundsterling terhadap Dollar AS: Menguat ke posisi $1,3220 dari angka sebelumnya $1,3218.
Nilai tukar Dollar AS terhadap Yen Jepang: Bergerak naik ke posisi 161,54 yen dari angka sebelumnya 161,27 yen.
Nilai tukar Euro terhadap Poundsterling Inggris: Menyusut menjadi 86,71 pence dari posisi sebelumnya 86,73 pence.