JAKARTA - Rencana relokasi Patung Jenderal Sudirman di area Dukuh Atas, Jakarta, resmi dibatalkan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa patung tersebut akan tetap menempati lokasi aslinya dan tidak akan dipindahkan dalam proyek pembangunan pedestrian deck atau jembatan cincin donat di kawasan itu.
Keputusan tersebut diumumkan saat peresmian dimulainya pembangunan jembatan donat di Dukuh Atas, Minggu (21/6/2026). Patung Jenderal Sudirman nantinya justru diintegrasikan ke dalam desain kawasan baru, dengan posisi tepat di tengah jembatan agar tetap terlihat oleh masyarakat.
Patung Sudirman Dipastikan Tidak Pindah Pramono menegaskan bahwa Patung Jenderal Sudirman akan menetap di titik awal. Keputusan ini, menurutnya, diambil setelah mempertimbangkan rencana pembangunan jembatan donat sekaligus untuk mencegah timbulnya polemik baru.
"Nah, yang paling penting setelah kami merenungkan berhari-hari, patung Jenderal Sudirman tetap akan di tempat ini, jadi tidak akan kami geser, supaya tidak menjadi polemik. Tempat ini menjadi tempat lebih baik, lebih indah," kata Pramono saat pencanangan pembangunan jembatan donat di kawasan Dukuh Atas, Minggu (21/6).
Pramono menjelaskan dirinya telah meninjau rancangan detail jembatan tersebut. Berdasarkan desain yang disiapkan, Patung Jenderal Sudirman dinilai tetap bisa dipertahankan tanpa merusak konsep penataan kawasan integrasi transportasi di Dukuh Atas.
Patung Akan Berada di Tengah Jembatan Donat Alih-alih digeser, Patung Jenderal Sudirman justru akan menjadi elemen penting dari wajah baru Dukuh Atas. Patung itu dirancang untuk berada tepat di tengah area jembatan donat, sehingga tetap menjadi pusat perhatian di kawasan tersebut.
"Saya sudah melihat detail gambarnya sehingga tidak perlu dipindahkan, bahkan menjadi tempat yang akan diingat oleh semuanya, patung ini akan sangat kelihatan dari ketika orang melingkar di atas," tambah Pramono.
Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat, menyebutkan bahwa pedestrian deck nantinya akan dilengkapi anjungan untuk memandang Patung Jenderal Sudirman dari ketinggian. Fasilitas tersebut disiapkan agar keberadaan patung tetap menjadi bagian dari pengalaman warga saat melintasi kawasan itu.
"Patung Sudirman tetap di situ. Di dalam Pedestrian Deck nanti kami ada anjungan yang pada saat melintas di atas, itu bisa langsung melihat patung Sudirman dari anjungan di Pedestrian Deck," ungkap Tuhiyat.
Jembatan Donat Diklaim Kurangi Kemacetan Pembangunan jembatan donat di Dukuh Atas dirancang guna menyatukan sejumlah moda transportasi di area tersebut. Pramono menyebut fasilitas ini akan menghubungkan MRT, LRT, TransJakarta, KCI, hingga kereta bandara, sehingga perpindahan antarmoda diharapkan menjadi lebih efisien.
Menurut Pramono, keberadaan jembatan tersebut juga diyakini mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar Jalan Sudirman. Selama ini, aktivitas penumpang yang naik turun di bahu jalan dinilai sering mengganggu arus kendaraan, khususnya saat jam sibuk.
"Dapat dipastikan pasti akan mengurangi kemacetan. Karena kenapa? Seperti kami ketahui bersama, hampir setiap sore ataupun kalau lagi gerimis, lagi hujan, setiap pagi, orang banyak sekali turun di tepi jalan. Kemudian inilah yang mengganggu lalu lintas di tempat ini. Kalau ini sudah ada, orang tidak lagi turun ke bawah. Pasti orang akan menggunakan jalan yang ada di atas karena itulah yang mau ke MRT, kereta bandara, LRT yang ke sini, pasti akan lebih gampang karena semuanya ada di atas," ungkapnya.
Polemik Pemindahan Sempat Muncul Tahun Lalu Wacana relokasi Patung Jenderal Sudirman sempat muncul pada 2025. Saat itu, rencana tersebut memicu beragam reaksi warga, mulai dari yang mendukung demi penataan kawasan hingga yang menolak karena patung tersebut telah menjadi ikon Jalan Sudirman.
Sebelumnya, terdapat rencana untuk memindahkan Patung Jenderal Sudirman ke titik baru, yakni perbatasan Jalan MH Thamrin dan Jenderal Sudirman.
"Itu yang semula ada di sisi selatan, akan dipindahkan lebih mendekati ke arah Jalan MH Thamrin," kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Selasa (30/9/2025), setelah mengadakan pertemuan dengan Gubernur Jakarta Pramono Anung pada Senin (29/9/2025).
Kini, Pemprov DKI memastikan patung tetap berada di lokasi semula dan menjadi bagian dari proyek jembatan donat. Dengan keputusan ini, polemik pemindahan patung yang bergulir sejak tahun lalu resmi berakhir.