JAKARTA - "Pada hari ini Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional," ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam jumpa pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (02/06) malam.
Selain Dadan, Presiden Prabowo turut memberhentikan dua wakil kepala Badan Gizi Nasional (BGN), yakni Brigjen Polisi Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung. Sebagai pengganti Dadan Hindayana, Presiden menunjuk Nanik S Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN. Selain itu, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono terpilih untuk mengisi posisi Wakil Kepala BGN.
Agustina merupakan mantan wakil kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang dilantik pada 19 Februari 2025, sementara Mayjen TNI Trenggono adalah perwira tinggi TNI AD aktif yang menjabat wakil direktur utama PT Agrinas Pangan Nusantara. Menariknya, tidak ada satu pun dari ketiga pimpinan baru BGN tersebut yang berlatar belakang ahli gizi.
Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa keputusan pencopotan Dadan Hindayana didasarkan pada hasil pemantauan dan evaluasi selama 1,5 tahun.
"Jadi ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP, ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola, termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional," papar Prasetyo.
Data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat setidaknya 33.626 pelajar mengalami keracunan yang diduga dari Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak awal 2025 hingga April 2026.
Profesor Sri Raharjo, Guru Besar Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian UGM, menyebut insiden keracunan MBG terjadi hampir setiap bulan selama tahun 2025 dengan jumlah kasus fluktuatif, yang mengindikasikan persoalan serius terkait kesiapan program tersebut.
Menanggapi keputusan tersebut, Dadan Hindayana menyatakan bahwa pergantian pimpinan merupakan hak mutlak Presiden. "Hak mutlak penuh Presiden. Kami paham betul yang terbaik untuk melaksanakan program kerja yang dicanangkan," kata Dadan saat dimintai konfirmasi, Rabu (03/06).
Ia juga mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan dan mendoakan agar pimpinan baru dapat meningkatkan kualitas program MBG bagi para penerima manfaat.