JAKARTA – Pemerintah terus mengintensifkan percepatan penurunan emisi karbon melalui transisi energi serta dekarbonisasi di berbagai sektor.
Upaya ini dilakukan untuk memitigasi dampak krisis iklim yang dinilai semakin mengancam kelangsungan hidup masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyebut bahwa lonjakan emisi karbon berkontribusi signifikan terhadap pemanasan global yang memicu aneka persoalan, mulai dari cuaca ekstrem hingga bencana alam.
“Kalau suhu di muka bumi terus bertambah, maka akan berpengaruh pada produktivitas, termasuk ketika terjadi kekeringan yang berdampak pada produktivitas pertanian,” Ujar Menko AHY dalam acara Seminar nasional hlinb leadership for sustainable future, di Universitas Unpam, Tanggerang Selatan, Senin (25/05/2026).
Menurut AHY, implikasi perubahan iklim berpotensi memicu kenaikan permukaan air laut, banjir rob, hingga disrupsi terhadap aktivitas masyarakat.
Oleh karena itu, berbagai langkah mitigasi sangat diperlukan guna mereduksi risiko yang lebih besar di kemudian hari.
AHY mendorong optimalisasi pengurangan emisi karbon lewat dekarbonisasi di sektor industri, transportasi, dan energi.
Selain itu, peralihan menuju energi baru terbarukan terus diakselerasi guna meminimalisir ketergantungan pada energi fosil. “Kami cegah emisi karbon yang besar dengan cara dekarbonisasi di banyak sektor, termasuk di bidang industri, transportasi, energi dan lain sebagainya,” ujarnya.
AHY menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi dan pembangunan harus berlangsung selaras dengan upaya pelestarian lingkungan.
Menurutnya, pembangunan yang menafikan aspek keberlanjutan berisiko memperparah dampak krisis iklim bagi generasi mendatang. “Kami ingin mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tapi juga memastikan pembangunan tidak menyebabkan kerugian dan kerusakan bumi dan lingkungan kami,” tutur AHY.
AHY menambahkan bahwa menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan merupakan langkah krusial untuk menjamin kesejahteraan masyarakat serta menghadapi ancaman perubahan iklim di masa depan.