JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo berencana untuk menambah fasilitas arena olahraga tinju di daerah Kampung Melayu, Jakarta Timur, sebagai langkah strategis dalam meminimalisir aksi tawuran di wilayah ibu kota.
Dipaparkan oleh Pramono, gagasan tersebut muncul setelah melihat keberadaan sarana ring tinju yang baru saja diresmikannya di area bawah jembatan layang (flyover) Pasar Rebo, Jakarta Timur.
“Karena di Kecamatan Ciracas ini sudah ada tempat ini, maka tadi secara spontan saya akan bangun di satu tempat lagi di Kampung Melayu, kurang lebih yang seperti ini,” kata Pramono saat dijumpai di arena ring tinju kolong flyover Pasar Rebo, Senin.
Merujuk pada data laporan dari Wali Kota Jakarta Timur yang masuk kepadanya, intensitas tawuran di kawasan tersebut menunjukkan tren penurunan semenjak tersedianya prasarana ring tinju itu.
Oleh karena itu, Pramono menaruh harapan besar agar sarana publik berupa ring tinju tersebut mampu dioptimalkan oleh kalangan remaja untuk menyalurkan bakat serta energi positif mereka, sekaligus menjauhkan diri dari aksi bentrokan fisik.
“Mudah-mudahan itu memberikan manfaat bagi anak-anak muda yang ada di Jakarta Timur supaya energinya itu tersalurkan dengan tempat-tempat yang seperti ini, sehingga lebih produktif, tidak lagi tawuran, mengurangi berantem di jalanan, dan mudah-mudahan mereka bisa terlibat dalam menjaga Jakarta,” papar Pramono.
Pada hari Senin (18/5) sore, Pramono secara resmi telah membuka pemanfaatan arena ring tinju di kawasan Pasar Rebo. Ke depannya, ia menyebut bahwa operasional fasilitas publik itu bakal diserahkan pengelolaannya secara kolaboratif antara pihak pemerintah daerah dengan pihak komunitas lokal.
Sistem manajemen bersama ini diterapkan dengan tujuan untuk memastikan fasilitas olahraga tersebut tetap teratur, bersifat inklusif bagi publik, serta berada di bawah pengawasan yang jelas, sekaligus mengeliminasi potensi munculnya pungutan liar (pungli).
Pramono turut memberikan catatan mengenai pentingnya jaminan akses tanpa biaya bagi seluruh elemen masyarakat yang ingin menggunakan fasilitas olahraga tersebut.
Kendati demikian, faktor kesejahteraan para instruktur pelatih tetap wajib diperhatikan agar proses pembinaan olahraga tinju dapat terus bergulir secara kontinu dan bermutu.
Adapun sarana ring tinju yang bertempat di bawah jembatan layang Pasar Rebo tersebut sejatinya sudah mulai aktif beroperasi sejak bulan Januari 2026.
Prasarana olahraga ini dibangun di atas lahan dengan luas mencapai 247 meter persegi, mengusung ukuran arena utama sebesar 9,5 meter × 9,5 meter, dengan proses jalannya latihan yang dimentori langsung oleh kelompok komunitas tinju profesional.