JAKARTA – Produsen otomotif raksasa asal Tiongkok, BYD pangkas harga mobil listrik 2026 sebagai langkah strategis memperkuat dominasi di pasar kendaraan ramah lingkungan.
Langkah ini diambil guna menyesuaikan daya beli masyarakat terhadap teknologi kendaraan listrik yang semakin berkembang pesat.
"Strategi penyesuaian harga ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia dengan memberikan nilai lebih bagi konsumen," ujar Eagle Zhao, Presiden Direktur BYD Motor Indonesia, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Minggu (3/5/2026).
Eagle Zhao menyampaikan bahwa efisiensi pada rantai pasok dan dimulainya produksi lokal menjadi faktor pendukung utama yang memungkinkan penurunan harga jual tersebut dilakukan.
Kebijakan harga baru ini diproyeksikan bakal mengubah peta persaingan otomotif nasional secara signifikan.
Beberapa model unggulan diprediksi akan mengalami koreksi harga hingga 10 persen mulai awal tahun depan.
Konsumen kini memiliki pilihan yang lebih luas untuk beralih dari kendaraan konvensional ke transportasi berbasis baterai tanpa beban biaya yang terlalu tinggi.
Fasilitas perakitan di dalam negeri telah mencapai kapasitas optimal untuk mendukung pemenuhan permintaan yang melonjak.
Upaya ini sejalan dengan ambisi pemerintah dalam membangun ekosistem energi bersih yang lebih merata di seluruh wilayah.
Pihak manajemen optimis bahwa penetrasi pasar akan tumbuh 2 kali lipat dibandingkan dengan periode sebelumnya berkat penyesuaian ini.