JAKARTA – Setelah resmi dilantik jadi KSP baru Dudung ngaku masih rangkap jabatan sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional di kabinet saat ini.
Langkah ini mencerminkan besarnya kepercayaan pemimpin negara terhadap loyalitas serta kemampuan manajerial mantan Kepala Staf Angkatan Darat tersebut.
Dudung Abdurachman menyampaikan bahwa penugasan ganda ini dijalankan untuk menjamin kesinambungan kebijakan strategis pusat yang sedang berjalan.
"Jadi KSP baru Dudung ngaku masih rangkap jabatan penasihat khusus presiden," ujar Dudung, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Selasa (28/4/2026).
Mekanisme koordinasi di lingkungan Sekretariat Negara tetap berjalan normal meskipun terdapat pemusatan tanggung jawab pada 1 tokoh sentral.
Aset kepemimpinan yang dimiliki militer dinilai sangat relevan untuk menggerakkan mesin birokrasi KSP yang sangat dinamis dan penuh tantangan.
Dudung berpendapat bahwa beban kerja yang bertambah bukan menjadi penghalang selama sistem manajerial di masing-masing lembaga sudah terbentuk dengan solid.
"Saya akan menjalankan perintah ini dengan penuh tanggung jawab demi kelancaran program-program strategis Bapak Presiden," tegas Dudung melalui berbagai sumber.
Publik menanti efektivitas kinerja dari penggabungan peran ini dalam merespons berbagai isu krusial yang menyangkut kepentingan rakyat banyak.
Pelantikan ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam menempatkan figur-figur kuat pada posisi pengambil keputusan yang berdampak langsung bagi ketahanan nasional.