Serangan Amerika Serikat Tewaskan Delapan Personel Militer Iran

Kamis, 09 Juli 2026 | 14:08:15 WIB
Tentara Iran dalam parade militer di Teheran. ( Sumber : NET )

TEHERAN – Sedikitnya delapan anggota militer Iran dinyatakan meninggal dunia karena gelombang serangan terbaru dari Amerika Serikat (AS) di daerah selatan negara tersebut pada Rabu (8/7).

Teheran mengategorikan gempuran Washington sebagai "agresi kriminal".

Iran dan AS kembali terlibat aksi saling serang setelah beberapa kapal dagang di Selat Hormuz dihantam serangan, yang diduga dilakukan oleh Teheran.

Washington menghajar puluhan target Iran, baik di darat maupun di laut, untuk membalas serangan terhadap kapal di Selat Hormuz itu.

Iran kemudian menargetkan basis-basis militer AS di wilayah Teluk, khususnya Kuwait dan Bahrain, sebagai tindakan pembalasan lebih jauh.

"Menyusul agresi kriminal yang dilakukan pagi ini oleh militer teroris AS terhadap wilayah-wilayah di Iran bagian selatan, delapan anggota pemberani dari Angkatan Udara dan Angkatan Laut militer Republik Islam Iran di Bandar Abbas (wilayah selatan) dan Bushehr (wilayah barat daya) gugur sebagai syuhada," demikian pernyataan militer Iran, seperti dilaporkan televisi pemerintah Iran dan dilansir AFP, Kamis (9/7/2026).

Media pemerintah Iran sebelumnya melaporkan adanya rentetan ledakan di beberapa tempat di sepanjang pesisir selatan Iran, setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan gelombang serangan baru.

Mengacu pada laporan kantor berita IRNA, suara pesawat tempur terdengar di atas Pulau Kish dan sejumlah ledakan mengguncang kota pelabuhan Bandar Abbas, Konarak, dan Chabahar, yang sebagian mengalami pemadaman listrik.

Laporan IRNA juga menyebutkan adanya serangan terhadap pangkalan militer di wilayah pesisir Bushehr, yang menjadi lokasi satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) sipil di Iran.

Di wilayah Iran bagian timur laut, menurut laporan beberapa media resmi Teheran, sebuah jembatan kereta api rusak setelah dihantam serangan udara AS.

Buntut aksi saling serang antara Iran dan AS tersebut, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan gencatan senjata antara kedua negara telah berakhir.

Trump bahkan menyebut pemimpin Iran sebagai "sampah" dan "tidak waras".

"Saya pikir itu sudah berakhir. Saya tidak ingin berurusan lagi dengan mereka. Mereka sampah, mereka orang-orang sakit, mereka dipimpin oleh orang-orang sakit jiwa, dan mereka orang-orang yang kejam dan brutal. Dan jika mereka memiliki senjata nuklir, mereka akan menggunakannya," ucap Trump merujuk pada kepemimpinan Iran saat ini.

Terkini