Perkuat Transisi Energi, PTBA Kolaborasi dengan Pertamina NRE

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:15:38 WIB
PLTS di lahan pascatambang. ( Sumber : NET )

JAKARTA - PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) bersama PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) meresmikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait kerja sama pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di wilayah operasional PTBA.

Merujuk pada siaran pers di situs resmi Perseroan, Kamis (2/7), kemitraan ini merupakan wujud sinergi antarperusahaan dalam mengakselerasi transisi energi nasional sekaligus menghasilkan nilai tambah yang berkelanjutan.

Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, menyebut sinergi tersebut merupakan langkah strategis bagi perusahaan untuk mendukung proyek PLTS yang tertera dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.

“Sinergi ini menjadi milestone strategis bagi PTBA dalam percepatan transformasi bisnis energi, penguatan portofolio EBT, dan peningkatan kontribusi pendapatan energi masa depan,” ujar Bambang.

PTBA menegaskan bahwa keberlanjutan tidak sekadar berfokus pada upaya pengurangan emisi karbon, namun juga pada pengoptimalan seluruh sumber daya lewat inovasi serta penguasaan teknologi.

Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto, menyatakan bahwa konsep Sustainability Through Technology adalah salah satu kunci untuk menyongsong masa depan energi yang berkelanjutan.

“Menurut saya yang lebih penting adalah bagaimana kami memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan energi yang semakin bersih, lebih efisien, dan mampu menurunkan emisi karbon secara signifikan. Di sisi lain, kami juga terus mengembangkan energi baru dan terbarukan sebagai bagian dari portofolio energi masa depan Indonesia. Semangat tersebut sejalan dengan transformasi yang sedang dijalankan PTBA,” kata Turino.

Selain menggarap proyek hilirisasi batu bara seperti Coal to DME, SNG, dan Kalium Humat, PTBA juga terus melakukan ekspansi bisnis energi baru dan terbarukan.

Manajemen Perseroan mengungkapkan bahwa total portofolio PLTS yang dimiliki saat ini sudah mencapai 1,2 megawatt peak (MWp).

Lewat kolaborasi dengan Pertamina NRE, PTBA berupaya mengoptimalkan aset nasional yang dimiliki, termasuk memanfaatkan lahan bekas tambang sebagai area pengembangan PLTS maupun proyek energi terbarukan lainnya.

“Melalui kerja sama dengan PT Pertamina New & Renewable Energy, kami melihat peluang besar untuk mengoptimalkan asset nasional yang dimiliki PTBA, termasuk pemanfaatan lahan pascatambang sebagai kawasan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) maupun berbagai potensi renewable energy lainnya yang dapat memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan,” ujar Turino.

Menurut Turino, lahan pascatambang yang telah melalui proses reklamasi dan rehabilitasi memiliki potensi untuk diubah menjadi pusat energi hijau guna mendukung target Net Zero Emission Indonesia.

“Salah satu problem PLTS adalah penyediaan lahan, nah di sisi lain kami banyak lahan pascatambang yang direklamasi. Maka alangkah baiknya setelah reklamasi bisa menjadi sumber energi baru. Kami ada ribuan hektar, mungkin yang awal saya dengar dari teman-teman kami punya lebih dari 250 Ha lahan pascatambang yang siap untuk digunakan,” paparnya.

Turino menambahkan, kemitraan PTBA dan Pertamina NRE diharapkan menjadi model sinergi BUMN dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan teknologi, inovasi, serta optimalisasi aset nasional. 

Terkini