ROKAN HILIR - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama SKK Migas secara resmi menyalurkan sokongan dana pengadaan buku kepada Ketua Lembaga Tepak Sirih Kabupaten Rokan Hilir, Muhammad Sarbaini, yang kerap dipanggil Rahmat Pantun.
Dana sebesar Rp5.000.000 itu diserahkan untuk mendukung percetakan karya tulis lokal sebagai bentuk upaya melindungi kebudayaan daerah.
Sponsor tersebut difokuskan bagi penyediaan buku berjudul Pesona Riau dalam Rima, sebuah karya yang memuat kumpulan pantun ajakan wisata dan kebudayaan Riau.
Karya tersebut disusun langsung oleh Rahmat Pantun sebagai bentuk partisipasi aktif dalam melestarikan serta merawat warisan budaya takbenda di Provinsi Riau.
Penyaluran dana ini adalah bentuk sumbangsih nyata PT Pertamina Hulu Rokan dan SKK Migas terhadap pengembangan literasi serta pemeliharaan budaya setempat di wilayah operasional perusahaan.
Menyambut bantuan tersebut, Muhammad Sarbaini menyampaikan rasa terima kasih serta apresiasi tinggi kepada PT Pertamina Hulu Rokan dan SKK Migas atas perhatian yang diberikan kepada para pelaku budaya di sana.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas kepedulian yang ditunjukkan oleh PT Pertamina Hulu Rokan. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PHR dan SKK Migas atas bantuan sponsorship ini," ujar Rahmat Pantun usai menerima penyerahan bantuan secara simbolis.
Menurut dari Sumbernya, modal tersebut menjadi dorongan motivasi bagi para seniman dan budayawan di Kabupaten Rokan Hilir untuk terus berkarya serta menjaga identitas budaya Melayu Riau.
Rahmat Pantun menjelaskan, melalui buku Pesona Riau dalam Rima, dirinya punya ekspektasi agar ragam objek wisata serta keindahan budaya wilayah Riau dapat dikenal lebih jauh, tidak cuma oleh warga setempat tetapi juga oleh generasi muda serta masyarakat di luar daerah tersebut.
Penyampaian pesan lewat pantun, menurut dari Sumbernya, merupakan media yang efektif untuk memperkenalkan nilai-nilai kebudayaan secara menarik dan khas.
"Melalui untaian bait pantun yang khas, kami berharap masyarakat semakin mengenal pesona wisata dan kekayaan budaya Riau. Ini juga menjadi upaya untuk menjaga agar tradisi berpantun tetap hidup di tengah perkembangan zaman," katanya.