Hulu Migas Tanamkan Wawasan Kebangsaan Lewat Diksar Bela Negara

Senin, 29 Juni 2026 | 15:17:43 WIB
SKK Migas bersama KKKS Medco E & P Indonesia (Medco E&P) (FOTO: NET)

PALEMBANG - SKK Migas bersama KKKS Medco E & P Indonesia (Medco E&P) dan KKKS Sele Raya Merangin Dua (SRMD) menyelenggarakan edukasi sektor hulu migas kepada pelajar sekolah menengah atas bermitra dengan Batalyon Arhanud 12/SBP, Jum’at (26/06/2026), yang dikemas lewat pelatihan dasar bela negara demi memupuk wawasan kebangsaan serta memperkokoh keyakinan Pancasila sebagai ideologi Negara dan kecintaan terhadap Tanah Air.

Pendidikan dasar bela negara yang memasuki tahun keempat ini diramaikan oleh 35 pelajar dari 34 SMA/SMK Negeri di area operasi Medco E&P Indonesia dan Sele Raya Merangin Dua (SRMD) meliputi Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Lahat, Muara Enim serta Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan bergulir pada 22 – 26 Juni 2026 di Batalyon Arhanud 12/SBP.

Aktivitas penempaan pelajar ini pun diproyeksikan sebagai tahapan awal dalam menyebarkan pemahaman fondasi terkait hulu migas menuju sekolah-sekolah di sekitar wilayah proyek migas.

Agenda tersebut diawali oleh Komandan Batalyon Arhanud 12/SBP Letkol Arh Dhian dan dipungkas oleh Manager Field Relation & Community Enhancement Medco E&P Indonesia Hirmawan Eko Prabowo serta turut dihadiri Perwakilan Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Tri Bargo P., Kepala Departemen Formalitas & Komunikasi SKK Migas Sumbagsel Safei dan Perwakilan Sele Raya Merangin Dua (SRMD).

Letkol Arh Dhian mengutarakan rasa terima kasih dari Sumbernya yang telah mempercayakan pelaksanaan agenda ini kepada Batalyon Arhanud 12/SBP.

Keterpaduan antara TNI dan sektor industri hulu migas menjadi bukti konkret kemitraan dalam mencetak sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas, berkarakter, dan mempunyai spirit bela negara.

“Suatu Kehormatan dan kebanggaan Kami mendapat kepercayaan untuk menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi muda Indonesia melalui pelatihan bela negara bersama hulu migas. Bela negara bukan hanya tentang kemampuan fisik atau kedisiplinan, tetapi juga tentang membangun karakter, menanamkan rasa cinta tanah air, semangat persatuan, integritas, serta tanggung jawab dalam mengabdikan diri kepada bangsa dan negara. Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta mampu mengembangkan sikap disiplin, kepemimpinan, kerja sama tim, dan mental yang tangguh. Nilai-nilai tersebut merupakan modal penting bagi para calon peneruh generasi dalam menghadapi tantangan dunia global.” tegasnya.

Hal senada dinyatakan dari Sumbernya yang menyambut positif penyelenggaraan Pendidikan Dasar Bela Negara bagi murid SMA dan SMK di Batalyon Arhanud 12/SBP sebagai salah satu langkah penguatan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta rasa cinta tanah air bagi anak didik.

“Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung pembentukan generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat. Pelaksanaannya tetap harus memperhatikan aspek keselamatan, perlindungan peserta didik, serta sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. Dinas Pendidikan mendukung setiap program pembinaan karakter yang memberikan manfaat positif bagi perkembangan peserta didik dan peningkatan mutu pendidikan.” ungkapnya.

Sektor industri hulu migas menjadi salah satu pilar krusial dalam mengawal ketahanan energi nasional sekaligus roda pemutar perekonomian negara.

Mengingat fungsi penting itu, faktor keamanan, kedisiplinan, ketangguhan, dan rasa cinta tanah air menjadi modal pokok yang wajib dimiliki oleh tiap individu yang berkiprah bersama di industri ini.

Oleh sebab itu, SKK Migas bersama Medco E&P Indonesia dan Sele Raya Merangin Dua memelopori dan berkomitmen penuh dalam menggulirkan Program Pendidikan Dasar Bela Negara ini.

Tatkala menyajikan pembekalan bagi insan diksar, Safei menghaturkan apresiasinya dari Sumbernya yang ikut serta dalam menyokong kelancaran agenda hingga program ini dapat berjalan lancar.

“Kami percaya, tantangan industri hulu migas ke depan akan semakin dinamis, dan kami membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara kompetensi teknis, tetapi juga memiliki mental baja, integritas tinggi, dan semangat nasionalisme yang kuat. Diksar Angkatan Keempat ini diharapkan dapat menjadi tempat mencetak para kader pemimpin bangsa yang baik. Adik-adik peserta, kalian adalah garda terdepan yang akan memastikan obyek vital nasional dan ketahanan energi kami tetap tegak berdiri.” tegasnya.

Kedepannya, pelajar pilihan dari 34 sekolah selaku kader yang menempuh pembinaan bakal diarahkan untuk menjadi motor penggerak di lingkungan sekolah mereka.

Mereka bakal menyebarluaskan spirit bela negara, kepedulian terhadap lingkungan sosial dan edukasi hulu migas bagi siswa-siswi lainnya.

 

Halaman :

Terkini