Sinergi Pertanian dan Energi: PLTU Pelabuhan Ratu Olah Sorgum

Kamis, 25 Juni 2026 | 14:45:27 WIB
pengumpulan bahan baku EBT Biomassa lewat sistem marketplace. ( Sumber : NET )

PELABUHAN RATU - Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pelabuhan Ratu secara bertahap mulai menerapkan penggunaan bahan bakar pendamping atau co-firing.

Langkah ini dilakukan salah satunya dengan memanfaatkan biomassa dari hasil pertanian masyarakat.

Upaya tersebut ditandai dengan pelaksanaan panen raya tanaman sorgum serta pengiriman perdana biomassa sorgum dust dari Perkebunan Sorgum Cilegok, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.

Program ini merupakan bagian dari komitmen PLN Indonesia Power dalam mempercepat transisi energi bersih melalui pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) yang berbasis masyarakat.

Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bentuk sinergi antara sektor energi dan pertanian yang tidak hanya menjaga ketahanan energi nasional, tetapi juga meningkatkan taraf hidup masyarakat.

"Program biomassa sorgum ini menjadi bukti bahwa transisi energi tidak harus mengorbankan kepentingan masyarakat. Justru sebaliknya, kami ingin memastikan masyarakat di sekitar wilayah operasi turut merasakan manfaat ekonomi dari setiap langkah transformasi energi yang kami jalankan," ujar Bernadus seperti dikutip, Rabu (24/6/2026).

Program biomassa sorgum ini telah diinisiasi sejak 2025, mulai dari tahap penanaman hingga mencapai panen raya pada tahun ini.

Sorgum dipilih karena memiliki kegunaan ganda.

Selain bulirnya dapat dikonsumsi untuk menjaga ketahanan pangan, bagian batang dan daun tanaman tersebut dapat diolah menjadi sorgum dust sebagai bahan bakar pendamping batu bara di PLTU Pelabuhan Ratu.

Melalui program ini, PLN juga bertindak sebagai off-taker atau pembeli hasil panen biomassa milik warga, sehingga memberikan kepastian pasar bagi para petani yang terlibat dalam rantai pasok energi hijau.

PLN Indonesia Power menilai bahwa keberhasilan program biomassa sorgum di Pelabuhan Ratu dapat dijadikan model untuk diterapkan di berbagai wilayah operasional lainnya.

"Kami berkomitmen untuk terus memperluas program biomassa berbasis masyarakat ini, sejalan dengan upaya kami mempercepat pencapaian target Net Zero Emissions sekaligus mewujudkan ekonomi sirkular yang mandiri di berbagai wilayah operasi," kata Bernadus.

Pengiriman perdana biomassa sorgum dust ini sekaligus menandai dimulainya pemanfaatan bahan bakar alternatif dari hasil pertanian masyarakat untuk mendukung operasional PLTU Pelabuhan Ratu.

PLN Indonesia Power berharap kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan para petani dapat terus diperluas agar semakin banyak masyarakat yang menerima manfaat ekonomi dari pengembangan energi hijau berbasis biomassa.

Terkini