Lapangan Karamba Resmi First Gas, Dukung Pasokan Energi Nasional

Kamis, 25 Juni 2026 | 14:14:20 WIB
Ilustrasi gas (FOTO: NET)

JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyampaikan apresiasi atas keberhasilan PT Indo Sino Oil Dan Gas (ISOG) dalam mencatatkan gas pertama di Lapangan Karamba, Wilayah Kerja Wain PSC, Kalimantan Timur.

Lapangan tersebut ditargetkan mencapai produksi stabil sebesar 7,35 juta standar kaki kubik gas per hari pada kuartal IV 2026.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan hasil kolaborasi efektif antara kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), pemerintah, serta pemanfaatan infrastruktur eksisting guna mempercepat pengembangan lapangan migas.

“SKK Migas mengapresiasi kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak sehingga Proyek Karamba dapat mencapai Gas Pertama dengan cepat dan selamat. Kami berharap produksi dari Lapangan Karamba dapat mencapai target dan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan produksi gas nasional,” ujar Djoko dalam keterangan resmi, dikutip, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, kesuksesan ini membuktikan bahwa optimalisasi infrastruktur yang tersedia dapat mempercepat monetisasi sumber daya migas serta meningkatkan efisiensi investasi.

Lapangan Karamba akan memulai produksi awal sebesar 4 MMscfd dan meningkat bertahap hingga mencapai target produksi stabil 7,35 MMscfd pada kuartal IV tahun ini.

Gas tersebut akan dialirkan guna memenuhi kebutuhan energi Kilang Unit V Balikpapan melalui sinergi pemanfaatan infrastruktur dengan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT).

PT Indo Sino Oil Dan Gas menyatakan bahwa capaian gas pertama ini menjadi tonggak sejarah penting bagi pengembangan Lapangan Karamba di wilayah onshore Kalimantan Timur.

Proyek ini rampung dalam durasi 25 bulan sejak kontrak Engineering, Procurement, Construction and Installation (EPCI) diberikan pada April 2024.

Direktur Utama ISOG, Tang Zhongfu, menuturkan bahwa Karamba merupakan proyek gas perdana perusahaan di Kalimantan Timur dengan skema pengembangan cepat (fast-track development).

“Pencapaian Gas Pertama Lapangan Karamba merupakan wujud komitmen ISOG untuk mendukung ketahanan energi nasional melalui pengembangan sumber daya gas yang cepat, efisien, dan berkelanjutan. Kami optimis proyek ini akan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan pasokan energi dan pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Tang.

Lapangan Karamba memiliki cadangan gas sebesar 64,4 miliar kaki kubik berdasarkan kategori proven and probable reserves (2P).

Pengembangannya mencakup re-entry sumur KUD-1, pengeboran dua sumur pengembangan baru, pembangunan Central Processing Facility (CPF), konstruksi pipa gas 16,3 kilometer, serta fasilitas pendukung lainnya.

Sebelum fase produksi, sumur KUD-1 telah mencatatkan hasil uji produksi dengan laju alir gas mencapai 9,5 MMscfd yang menjadi basis pengembangan lapangan ke tahap komersial.

Sebagai informasi, Proyek Karamba memulai tahap commissioning pada 17 Juni 2026 dan dijadwalkan beroperasi pada 24 Juni 2026.

Selain menambah pasokan gas domestik, proyek ini juga meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri serta membuka peluang pengembangan migas baru di wilayah onshore Cekungan Kutai.

Terkini