JAKARTA - Institut Teknologi PLN menandatangani sejumlah nota kesepahaman strategis dengan PLN Group pada puncak perayaan Dies Natalis ke-28, Jum’at, 19 Juni 2026.
Penandatanganan dilakukan antara Institut Teknologi PLN dengan PT PLN Enjiniring, PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat, serta PLN Pusat Pengatur Beban.
Kerja sama Institut Teknologi PLN dengan PT PLN Enjiniring mencakup layanan konsultansi, pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, serta pengembangan enjiniring ketenagalistrikan.
Sementara itu, kerja sama dengan Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat, Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat, dan Pusat Pengatur Beban difokuskan pada bidang pendidikan, penelitian, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia.
Rektor Institut Teknologi PLN, Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa Mulyana K., M.T., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., mengatakan kolaborasi tersebut menjadi momentum penting dalam perjalanan kampus yang kini memasuki usia ke-28 tahun.
“Momentum ini memiliki makna yang istimewa bagi ITPLN. Kami sedang meneguhkan langkah sebagai kampus energi dan kampus transisi energi. Dalam lima tahun ke depan, kami ingin terus berkembang menjadi perguruan tinggi unggulan di bidang energi,” ujar Iwa.
Menurutnya, cita-cita tersebut hanya dapat dicapai melalui kolaborasi erat dengan mitra strategis, terutama PLN Group yang selama ini menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan vokasi dan akademik sektor ketenagalistrikan.
Iwa menegaskan penandatanganan nota kesepahaman tidak boleh berhenti sebagai dokumen formal semata.
Ia berharap seluruh kesepakatan dapat segera diwujudkan melalui berbagai program konkret yang memberikan dampak nyata bagi institusi, industri, mahasiswa, dan masyarakat.
“Kehadiran para pimpinan PLN Group hari ini merupakan wujud komitmen bersama untuk membangun ekosistem pendidikan, penelitian, dan pengembangan kompetensi yang berkelanjutan,” katanya.
Direktur Utama PT PLN Enjiniring, Chairani Rachmatullah, menyebut kerja sama tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri ketenagalistrikan nasional.
“MoU ini bukan sekadar seremoni formal. Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam bidang ketenagalistrikan, engineering, inovasi teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia,” kata Chairani.
Melalui kerja sama itu, PLN Enjiniring berharap terbangun kolaborasi yang lebih erat dalam pengembangan riset terapan, peningkatan kompetensi mahasiswa dan profesional, serta percepatan inovasi guna mendukung transformasi sektor energi nasional.
Chairani menilai Institut Teknologi PLN merupakan mitra strategis dalam mencetak talenta unggul yang siap menghadapi tantangan transisi energi dan digitalisasi industri kelistrikan.
Senada, Senior Manager Perencanaan PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat, Kinanta Syahriananda, mengatakan kerja sama tersebut menjadi fondasi penting untuk menjawab tantangan pembangunan infrastruktur kelistrikan masa depan.
Menurutnya, Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat saat ini mengembangkan berbagai proyek energi baru terbarukan, mulai dari pembangkit listrik tenaga surya, Battery Energy Storage System, hingga pembangkit listrik tenaga bayu.
“Ini bukan sekadar seremoni. Kolaborasi antara dunia industri dan akademik sangat penting untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa sekaligus SDM internal PLN,” kata Kinanta.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat, Himmel Sihombing, menyatakan PLN membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk merealisasikan target pembangunan ketenagalistrikan nasional yang terus berkembang.
“PLN tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu kami memerlukan kerja sama dengan ITPLN agar dapat turut berpartisipasi dalam mendukung proyek-proyek kelistrikan yang menjadi prioritas pemerintah,” imbuhnya.
Dukungan juga disampaikan Senior Manager Perencanaan PLN Pusat Pengatur Beban, Marwah.
Ia menilai kerja sama yang selama ini telah berjalan antara PLN dan Institut Teknologi PLN perlu diperkuat melalui payung formal yang lebih luas.
Marwah mengungkapkan kebutuhan kajian teknis akan meningkat seiring program pengembangan energi baru terbarukan dan target pembangunan pembangkit listrik nasional yang semakin besar.
“Kami melihat mahasiswa ITPLN memiliki potensi yang sangat baik. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, kami optimistis akan lahir lebih banyak talenta unggul yang mampu bersaing di industri energi masa depan,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, para pimpinan PLN Group juga menyampaikan ucapan selamat atas Dies Natalis ke-28 Institut Teknologi PLN.
Mereka berharap kampus tersebut terus berkembang sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi energi serta menjadi pilihan utama generasi muda Indonesia yang ingin berkarier di sektor ketenagalistrikan.
Penandatanganan nota kesepahaman ini sekaligus menegaskan komitmen bersama antara Institut Teknologi PLN dan PLN Group dalam mendukung transformasi energi nasional melalui penguatan pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia.