FT ULM Kenalkan Turbin Pelton Mini sebagai Media Belajar Energi

Rabu, 24 Juni 2026 | 16:43:46 WIB
Kegiatan PDWA FT ULM di SMKN 2 Banjarbaru. ( Sumber : NET )

BANJARBARU - Suasana ruang praktik Teknik Energi Terbarukan SMKN 2 Banjarbaru dipenuhi suara gemericik air dan antusiasme siswa pada Jumat (19/6/2026).

Untuk pertama kalinya, siswa melihat secara langsung konversi tekanan air menjadi energi listrik melalui prototipe Turbin Pelton Mini hibah dari Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat.

Melalui Program Dosen Wajib Mengabdi, Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat menyerahkan satu unit prototipe pembangkit listrik tenaga mikrohidro sebagai media pembelajaran bagi guru dan siswa.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Pengenalan dan Pemanfaatan Turbin Pelton Mini dari Tekanan Air sebagai Media Pembelajaran Energi Terbarukan bagi Guru dan Siswa”.

Ketua Tim Program Dosen Wajib Mengabdi Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat, Ditza Pasca Irwangsa, S.T., M.T., mengatakan kegiatan ini merupakan upaya menjembatani pembelajaran teori dengan praktik langsung di bidang energi terbarukan.

“Selama ini pembelajaran konversi energi air di sekolah lebih banyak dilakukan secara teoritis karena keterbatasan alat praktik. Melalui program ini, tim dosen FT ULM menghadirkan solusi berupa satu unit prototipe PLTMH berbasis Turbin Pelton Mini yang dapat digunakan langsung oleh guru dan siswa,” ujarnya.

Menurut Ditza, penguasaan teknologi energi terbarukan sejak dini penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan transisi energi dan kebutuhan industri masa depan.

Ahmad Zaki Ramadhani, S.T., M.T., menjelaskan bahwa prototipe yang dihibahkan dirancang menggunakan material lokal sehingga mudah direplikasi.

“Prototipe ini sengaja dibuat sederhana namun tetap mampu menunjukkan prinsip kerja PLTMH secara nyata. Kami berharap guru dan siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga dapat mempelajari proses konversi energi air menjadi listrik secara langsung melalui praktik,” jelasnya.

Ia menerangkan, sistem tersebut terdiri atas tangki air, nozel, runner dengan sudu berbentuk bucket, serta generator DC yang mampu menghasilkan tegangan antara 5 hingga 12 volt.

Kaprodi Rekayasa Elektro Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat, Akhmad Ghiffary Budianto, S.T., M.T., menilai kegiatan ini menjadi bentuk nyata transfer teknologi dari perguruan tinggi kepada masyarakat.

“Melalui penyerahan prototipe Turbin Pelton Mini dan modul praktikum yang terstruktur, FT ULM berharap SMKN 2 Banjarbaru semakin siap mencetak lulusan vokasi yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjadi bagian dari transformasi industri energi hijau di Kalimantan Selatan maupun Indonesia,” katanya.

Kepala SMKN 2 Banjarbaru, Nurul Huda, S.Sos., M.Pd., mengapresiasi kehadiran alat praktik tersebut yang memberikan pengalaman belajar lebih nyata.

Kepala Program Studi Teknik Energi Terbarukan SMKN 2 Banjarbaru, Siti Hafizah, juga menyebut bantuan tersebut sebagai tambahan fasilitas pembelajaran yang sangat bermanfaat.

“Alhamdulillah, hari ini telah dilaksanakan kegiatan Program Dosen Wajib Mengabdi mengenai pemanfaatan Turbin Pelton Mini. Kami bersyukur karena anak-anak dapat menambah wawasan mereka, dan guru-guru juga memiliki media pembelajaran langsung yang bisa digunakan dalam proses mengajar,” katanya.

Antusiasme siswa terlihat selama sesi materi hingga praktik, didukung metode experiential learning yang membuat suasana pembelajaran interaktif.

Siswi kelas XI, Eka Julia Restika Dila, mengaku mendapatkan pengalaman baru yang sebelumnya hanya dipelajari melalui buku.

“Hari ini aku belajar tentang PLTMH menggunakan Turbin Pelton. Jujur, aku baru tahu apa itu Turbin Pelton. Presentasi dari dosen-dosennya juga mudah dipahami dan tidak berbelit-belit,” tuturnya.

Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat berharap kolaborasi ini terus diperkuat untuk menumbuhkan minat siswa terhadap inovasi energi terbarukan dan mendorong lahirnya generasi muda yang siap berkontribusi dalam pengembangan energi hijau di Indonesia.

Terkini