Dorong Energi Bersih, Negara Dunia Alokasikan Investasi Triliunan Dolar

Rabu, 24 Juni 2026 | 16:43:46 WIB
Energi terbarukan. ( Sumber : NET )

JAKARTA  -  Energi terbarukan dipahami sebagai sumber energi yang mampu diregenerasi dalam waktu lebih singkat dibandingkan durasi penggunaannya.

Sebagai sumber daya berharga, energi ini semakin mengukuhkan posisi pentingnya dalam struktur energi dunia.

Dalam situasi perubahan iklim serta menipisnya bahan bakar fosil, tren global bergerak kuat ke arah penggunaan energi terbarukan.

Negara-negara di seluruh dunia kini memahami urgensi pengembangan energi bersih, tidak sekadar untuk pelestarian lingkungan tetapi juga demi mengamankan pasokan energi masa depan.

Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Tiongkok menjadi pelopor utama yang berupaya mengganti bahan bakar fosil dengan energi terbarukan melalui target konsumsi energi yang ambisius.

Uni Eropa bertujuan meningkatkan pangsa energi terbarukan dan bioenergi hingga 60% pada tahun 2030, serta menargetkan kapasitas angin lepas pantai naik 25 kali lipat demi netralitas karbon tahun 2050.

Pemerintah Amerika Serikat pun menerapkan kebijakan kuat, seperti Undang-Undang Investasi Infrastruktur dan Lapangan Kerja yang mengalokasikan $550 miliar untuk energi terbarukan.

Selain itu, Undang-Undang Pengurangan Inflasi senilai $430 miliar turut memperkuat keamanan energi serta mendorong produksi energi hijau.

Sejak 2023, investasi global di sektor energi terbarukan melonjak hingga $1,7 triliun, di mana AS menyumbang $303 miliar.

Tiongkok, sebagai negara yang sangat bergantung pada bahan bakar fosil, kini memprioritaskan pengembangan energi terbarukan sebagai tugas utama ekonomi terkemuka dunia.

Pemerintah Tiongkok menargetkan pangsa bahan bakar terbarukan dalam konsumsi energi primer sekitar 25% pada tahun 2030 sebagai bagian dari program reformasi energi nasional yang komprehensif.

Vietnam, dengan garis pantai panjang dan iklim tropis, memiliki potensi melimpah untuk mengembangkan industri energi terbarukan.

Laporan Bank Dunia menempatkan Vietnam di antara 14 negara teratas dengan potensi tenaga air, didukung oleh 387 pembangkit dengan total kapasitas melampaui 8.000 MW.

Potensi energi angin juga signifikan di wilayah pesisir tengah, selatan, serta Dataran Tinggi Tengah.

Total kapasitas pembangkit listrik sistem Vietnam mencapai 80.555 MW pada akhir 2023, dengan 21.664 MW di antaranya berasal dari tenaga angin dan surya.

Pemerintah Vietnam pun menyetujui Strategi Pengembangan Energi Terbarukan hingga 2030, dengan visi 2050 yang mengintegrasikan tujuan ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Pengembangan ini difokuskan pada sektor angin, surya, dan biomassa, serta penguatan kerja sama internasional untuk transfer teknologi demi kemandirian industri.

Masa depan energi terbarukan menjanjikan perubahan positif bagi ekonomi global dan lingkungan melalui pengurangan emisi karbon.

Investasi di sektor ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga membangun sistem energi berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Terkini