BI Lampung Tawarkan Investasi EBT di Lima Bendungan Strategis

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:03:02 WIB
BI: Perkuat strategi tarik investasi masuk Lampung. ( Sumber : NET )

BANDAR LAMPUNG - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung menyatakan akan terus memperkuat strategi untuk menarik investasi dari berbagai sektor guna mendorong peningkatan perekonomian daerah.

Upaya ini dilakukan melalui kerja sama erat dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan pemangku kepentingan lainnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menjelaskan bahwa pihaknya memiliki kerja sama dengan pemerintah daerah untuk mendanai proyek-proyek strategis.

Fokus utama kerja sama ini adalah proyek infrastruktur yang diinisiasi oleh pemerintah provinsi, kabupaten, maupun kota.

"Kami memiliki kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Lampung untuk menarik investor. Dalam rangka mendanai proyek strategis atau program strategis khususnya infrastruktur yang dimiliki, atau diinisiasi oleh pemerintah daerah, baik oleh pemerintah provinsi atau kabupaten serta kota," ujar Bimo Epyanto.

Untuk memperkuat strategi masuknya investasi, BI Lampung menginisiasi beberapa program kunci.

Di antaranya adalah pembentukan Forum Investasi Lampung (FOILA), penyelenggaraan Lampung Economic Investment Forum (LEIF), serta pengembangan skema pembiayaan kreatif di daerah.

Bimo menegaskan bahwa dorongan investasi tidak terbatas pada proyek infrastruktur semata.

Pihaknya juga menyasar proyek-proyek lain yang memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan ekonomi daerah, salah satunya adalah pembangkit tenaga listrik baru terbarukan.

"Kami akan berupaya mendorong investasi bisa masuk ke Lampung, tidak terbatas pada proyek infrastruktur tapi proyek yang lain yang memiliki dampak kepada peningkatan ekonomi daerah. Contohnya pembangkit tenaga listrik baru terbarukan, karena ini mendukung transisi dan transformasi energi yang dilakukan secara gencar oleh pemerintah pusat," katanya.

Provinsi Lampung dinilai memiliki potensi sumber pengelolaan energi yang besar.

Sejumlah bendungan dan bendung yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengembangkan energi baru terbarukan, seperti pembangkit listrik tenaga surya dan pembangkit listrik tenaga air.

Menurut Bimo, terdapat lima unit bendungan dan bendung di Lampung yang potensial untuk dikembangkan.

Kelima infrastruktur tersebut adalah Bendungan Batutegi, Bendungan Margatiga, Bendungan Way Sekampung, Bendung Way Jepara, dan Bendung Way Rarem.

"Ini semua sudah masuk dalam Rencana Umum Pembangunan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN dan ini ada rentang waktunya," tambahnya.

Dengan masuknya proyek-proyek tersebut ke dalam RUPTL PLN, terdapat kepastian pembelian energi listrik oleh PLN.

Hal ini diyakini akan memudahkan Provinsi Lampung untuk bekerja sama dengan investor dalam pengelolaan sumber daya energi yang berasal dari potensi yang ada.

"Kami terus menggencarkan promosi potensi energi terbarukan yang bisa dikelola oleh investor dan dikerjasamakan dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan pemerintah kota," ujar Bimo Epyanto menutup penjelasannya.

Terkini