Perkuat Transisi Energi, Suroso Isnandar Kembali Pimpin Proyek PLN

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:03:02 WIB
Suroso Isnandar kembali dipercaya sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN dalam RUPST Tahun Buku 2025. ( Sumber : NET )

JAKARTA - PT PLN (Persero) kembali menunjuk Suroso Isnandar sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Kamis, 18 Juni 2026.

Penunjukan tersebut menegaskan kepercayaan PLN terhadap pengalaman dan kompetensi Suroso dalam bidang ketenagalistrikan serta pengembangan energi baru terbarukan yang menjadi bagian penting dari transformasi PLN.

Suroso Isnandar merupakan warga negara Indonesia yang lahir di Klaten, Jawa Tengah, pada 12 Agustus 1971.

Ia dikenal sebagai salah satu profesional internal PLN yang memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan sistem tenaga listrik, pembangkitan, penyaluran energi, transformasi digital, hingga pengembangan proyek strategis PLN.

Penunjukan kembali Suroso juga memperkuat jajaran Direksi PLN yang saat ini tengah menjalankan berbagai program transformasi perusahaan, pengembangan energi baru terbarukan, serta pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan nasional.

Karier Suroso di PLN didukung oleh latar belakang pendidikan yang kuat di bidang teknik elektro dan sistem tenaga listrik.

Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik (Power System Engineering) di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1994.

Setelah itu, Suroso melanjutkan studi ke University of Abertay, Skotlandia, dan meraih gelar Master of Science (M.Sc.) dalam bidang Power System Engineering and Management pada tahun 1999.

Komitmennya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan terus berlanjut hingga berhasil meraih gelar Doktor Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 2025.

Kombinasi pendidikan tersebut memberikan bekal yang kuat dalam memahami berbagai aspek sistem ketenagalistrikan yang menjadi kebutuhan utama PLN, mulai dari perencanaan sistem tenaga, operasi jaringan listrik, hingga pengembangan teknologi energi.

Selama berkarier di PLN, Suroso telah menduduki sejumlah posisi penting yang berkaitan langsung dengan operasional sistem tenaga listrik nasional.

Pada periode 2019–2021, ia menjabat sebagai General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi.

Dalam posisi tersebut, ia terlibat dalam pengelolaan sistem pembangkitan dan jaringan penyaluran listrik yang menjadi tulang punggung pasokan listrik PLN di wilayah Sulawesi.

Kariernya kemudian berlanjut sebagai General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (Jawa-Bali) pada periode 2021–2022.

Jabatan tersebut memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik pada sistem kelistrikan terbesar yang dikelola PLN.

Selanjutnya, pada periode 2022–2023, Suroso dipercaya menjadi Kepala Satuan Digital dan Teknologi Informasi pada Direktorat Utama PT PLN (Persero) Kantor Pusat.

Dalam posisi ini, ia turut mendukung transformasi digital PLN yang bertujuan meningkatkan efisiensi operasional, keandalan sistem, dan kualitas layanan PLN kepada pelanggan.

Pengalaman panjang di berbagai unit PLN tersebut membuat Suroso memiliki pemahaman yang luas mengenai operasional PLN, pengelolaan sistem kelistrikan, hingga pengembangan teknologi yang mendukung transformasi perusahaan.

Dengan pengalaman di bidang sistem tenaga, pembangkitan, penyaluran listrik, dan transformasi digital, Suroso memiliki pemahaman yang luas mengenai tantangan dan kebutuhan sektor ketenagalistrikan nasional.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam menjalankan tugas sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN.

Jabatan ini merupakan salah satu posisi strategis dalam Direksi PLN karena berkaitan langsung dengan pengelolaan proyek-proyek besar PLN serta pengembangan energi baru terbarukan yang menjadi fokus perusahaan.

Sebagai bagian dari Direksi PLN, Suroso memiliki peran dalam mendukung pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, pengembangan pembangkit energi bersih, serta pelaksanaan berbagai program yang mendukung target transisi energi PLN.

Suroso juga dikenal memiliki perhatian terhadap pengembangan sistem kelistrikan yang lebih andal, efisien, dan berkelanjutan guna mendukung peningkatan pemanfaatan energi bersih dalam sistem kelistrikan PLN.

Selain pengalaman teknis dan manajerial, Suroso Isnandar juga memiliki sertifikasi Qualified Risk Governance Professional (QRGP).

Sertifikasi tersebut menunjukkan kompetensinya dalam bidang tata kelola dan manajemen risiko korporasi.

Keahlian tersebut dinilai penting dalam mendukung pengelolaan proyek-proyek strategis PLN yang memiliki skala investasi besar dan membutuhkan pengendalian risiko yang baik.

Kemampuan tersebut juga menjadi salah satu modal penting bagi Direksi PLN dalam memastikan berbagai proyek yang dijalankan perusahaan dapat berjalan sesuai target dan prinsip tata kelola yang baik.

Sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan nasional sekaligus mempercepat pengembangan energi baru terbarukan.

Jabatan tersebut merupakan salah satu posisi strategis dalam Direksi PLN karena berkaitan dengan pelaksanaan proyek-proyek investasi PLN yang mendukung pertumbuhan kebutuhan listrik nasional dan agenda transisi energi.

Dengan pengalaman operasional PLN, transformasi digital PLN, manajemen risiko, serta latar belakang akademik yang kuat, Suroso menjadi salah satu figur penting di jajaran Direksi PLN yang berperan dalam mendukung transformasi PLN menuju perusahaan energi yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.

Terkini